Absensi Wajah,Sidik Jari dan Akses Kontrol Innovation FF308

Mesin Absensi Wajah, Sidik Jari/FingerPrint Tipe Innovation FF308 merupakan mesin absen wajah dan sidik jari yang menggunakan sistem Face Recognition Attendence dan Finger Print. Mesin ini juga terdapat fitur Access Control, dimana kita dapat mengontrol karyawan dalam hal mengakses ruangan yang terdapat dalam gedung perusahaan tersebut dengan menggunakan sidik jari ataupun wajah dari karyawan yang sudah terdaftar di mesin

Dengan adanya mesin yang bisa menggabungkan absensi melalui sidik jari dan wajah ini, kelemahan seperti sidik jari yang terluka atau kotor dan berminyak bisa diatasi. Karyawan anda bisa melakukan absensi dengan menggunakan sidik jari ataupun wajahnya.
Mesin ini sangat cocok digunakan untuk perusahaan yang karyawannya yang memiliki pekerjaan kasar atau keras dimana tangan atau sidik jarinya sering kali kotor berminyak atau terluka.

 

Berikut adalah fasilitas atau fitur yang tersedia untuk mesin tipe FF308

Spesifikasi :

  • Standalone, Mempunyai memori sendiri di mesin sehingga bisa berfungsi sendiri tanpa harus dihubungkan ke komputer. Data absensi akan tersimpan dan bisa didownload kapan saja ke komputer untuk diproses dan dicetak datanya.
  • Mesin TFT Layar Touch Screen LCD 4.3 inchFull Colour
  • Alarm Function untuk deteksi jika pintu tidak tertutup rapat.
  • Scheduled Bell, USB Disk dan 6 Function Key
  • Infrared Kamera untuk mendeteksi wajah meskipun dalam kondisi gelap.
  • Kapasitas : 3.000 Sidikjari, 700 Wajah
  • Kapasitas Log: 100.000 Transaksi
  • Jenis Komunikasi PC : UTP Cable (Jaringan), USB Cable, FlashDisk
  • Waktu respon: <= 1 detik
  • Jenis Matching: 1:1 dan 1:N

Segera hubungi team marketing kami di : 021 – 5890 1514 atau dapat juga menghubungi kami di : sales@mesinabsensi.co.id

Lantai Aula Kelurahan dan Mesin Absensi Rusak

Lantai Aula Kelurahan dan Mesin Absensi Rusak
Akibat Byar Pet Listrik

BALIKPAPAN–Akibat pemadaman listrik yang terjadi pada Rabu (27/3) lalu, menyebabkan peserta rapat koordinasi puskesmas yang tengah menggelar rakor, kaget. Bersamaan baru saja listrik mati tiba-tiba dari balik lantai aula terdengar suara gemericik yang ditimbulkan dari suara percikan listrik. Tidak hanya itu, sampai-sampai lantai aula kelurahan Manggar pecah dan rusak.

“Benar, saat mati lampu ruangan aula kebetulan tengah berkumpul pihak pusksmas, kader posyandu dan PKK yang tengah membahas kegiatan rakor. Namun entah mengapa saat listrik padam terdengar suara percikan listirk dari bawah lantai kantor kelurahan, beberapa bagian lapisan lantai sempat bergetar dan pecah, untung saja tidak sampai kebakaran,” beber Kasi Trantib Kelurahan Manggar Rusliansyah.

Akibat pemamdaman listrik tidak hanya merusak lantai aula kelurahan, tetapi juga mesin absensi sidik jari elektronik juga rusak dan tidak mau menyala lagi. “Tempo hari juga saat listrik padam baterai charger laptop milik mahasiswa yang magang di kelurahan rusak alias terbakar,” jelas Rusli.

Kondisi inilah yang terjadi saat pihak PLN kerap melakukan pemadaman listrik yang menyebabkan banyaknya kerusakan elektronik baik milik warga perorangan hingga instani pemerintahan seperti kantor kelurahan.

“Kami sangat berharap kepada PLN agar dapat juga memperhatikan dampak yang ditimbulkan akibat melakukan pemadaman listrik secara bergilir, untung saja saat kejadian dapat cepat diketahui baik oleh pegawai di kelurahan, jika tidak sudah pasti bisa saja menimbulkan musibah kebakaran,” imbuh Rusli.(aji)

Sumber : http://balikpapanpos.co.id

Pengertian Absensi

Absensi adalah pola kebiasaan ketidakhadiran dari tugas atau kewajiban. Secara tradisional, ketidakhadiran telah dilihat sebagai indikator kinerja individu yang malas, serta pelanggaran kontrak implisit antara karyawan dan majikan, melainkan dilihat sebagai masalah manajemen, dan dibingkai dalam hal ekonomi atau kuasi-ekonomi. Absensi dalam ketidakhadiran sebagai indikator psikologis, penyesuaian medis, atau sosial untuk bekerja.

Sering tidak adanya dari tempat kerja merupakan perilaku yang menunjukkan moral yang buruk atau sindrom malas masuk. Namun, ada beberapa perusahaan yang menerapkan kebijakan yaitu memberikan kelonggaran bagi karyawan yang melakukan absensi dikarenakan mengidap penyakit tertentu atau izin tertentu. Namun ada juga perusahaan yang tidak mengizinkan karena karyawan mengidap penyakit yang ringan dan akibatnya, banyak karyawan merasa wajib masuk kerja saat sakit, dan menularkan penyakit menular ke rekan kerja mereka. Hal ini menyebabkan ketidakhadiran yang lebih besar dan penurunan produktivitas antara pekerja lain yang mencoba untuk bekerja saat sakit.

Kebanyakan karyawan memberikan alasan ketidakhadiran disebabkan oleh alasan medis dan membuat surat keterangan dokter atau bentuk lain dokumentasi untuk meyakinkan perusahaan dan biasanya dengan menelpon ke perusahaan agar menunjukkan itikad baik.

Penyebab-penyebab karyawan melakukan absensi :

  1. Menurut Nelson (2008) Orang yang sering melakukan absensi dikarenakan ia tidak puas dengan pekerjaan sehingga mereka sering melakukan absensi.
  2. Model psikologis yang membahas ini adalah “penarikan model”, menganggap ketidakhadiran disebabkan oleh kondisi kerja yang tidak memuaskan.
  3. Konflik antar pegawai yang terjadi di tempat kerja
  4. Bentuk protes karyawan terhadap gaji yang tidak sesuai atau tidak adanya hal-hal yang memotivasi
  5. Tingkat stress yang tinggi.
  6. Lingkungan kerja yang sebagian besar mempengaruhi individu
  7. Kesehatan pegawai
  8. Kemampuan fisik pegawai

Sumber : http://www.kumpulanistilah.com

Awas! Mesin Absensi Penular Kuman

Setiap lembaga atau perusahaan pasti menginginkan pencatatan kehadiran pegawainya secara valid, terintegrasi dan cepat. Salah satu cara yang digunakan adalah berupa membubuhkan tanda tangan di kertas absen dan penggunaan mesin check-clock, untuk mencatat jam kehadiran dan kepulangan. Namun Kedua sistem manual ini masih memiliki kelemahan. Seringkali terjadi ‘titip absen’ bila pengawasan tidak dilakukan saat proses absen. Istilah ‘titip absen’ sudah jamak di kalangan mahasiswa yang malas kuliah, namun takut kehadirannya kurang dari yang disyaratkan untuk mengikuti ujian.

courtesy of flicker.com
courtesy of flicker.com

Hal yang cukup menarik adalah penggunaan mesin check-clock. Saat saya bekerja di sebuah unit di lingkungan Polda Jatim, penggunaan mesin check-clock ini sering membuat jantung berdebar-debar. Pasalnya bila sampai terlambat datang, tulisan jam kedatangan akan tertera dengan tinta merah. Bahkan seorang teman yang bekerja di sebuah dealer motor, terpaksa harus mengebut di pagi hari agar kartu absensinya tidak tertera tinta merah, karena sanksinya berupa pemotongan gaji.

Setelah era digital, mesin absensi sudah menggunakan alat pemindai biometrik seperti pemindai sidik jari (fingerprint scanning), retina mata (irish scanning) dan sistem pengenalan pola lainnya (pattern recognizer). Umumnya yang sistem pemindai sidik jari yang dipakai untuk mengenali kehadiran personal di berbagai perusahaan dan lembaga seperti di gedung DPR RI dan di tempat saya bekerja.

Namun tahukah Anda, bila mesin absensi dengan pemindai sidik jari ini ternyata bisa menjadi media penularan kuman yang serius. Sebuah media yang sama yang disentuh oleh tangan orang yang berbeda-beda. Mungkin semacam salome alias satu lubang rame-rame.

Hal ini diperparah saat mesin absensi ini sudah dipakai cukup lama sehingga  bantalan silikon menipis. Akibatnya sensitifitas alat pemindai menjadi berkurang dan sering mengakibatkan kegagalan dalam mendeteksi sidik jari. Biasanya kalau sudah seperti ini, orang yang absen akan membasahi jarinya dengan air yang ditemui disekitarnya agar bisa lembab dan dapat terdeteksi. Air yang digunakan bisa dari tetesan air pembuangan pendingin ruangan (AC) atau dari rambutnya bila masih baru keramas. Celakanya bila tidak ditemukan air, beberapa orang akan menggunakan air ludahnya untuk membasahi permukaan jarinya. Ini yang menyebabkan penyebaran kuman menjadi semakin seru. Perilaku ‘menjilat jari’ untuk mensiasati gagal absen ini saya temui di 2 tempat kerja saya berbeda.

Hal lain yang dilakukan para pegawai saat gagal absen karena tangannya yang berminyak. Mereka biasanya akan menggosokkan permukaan jempol atau jari lainnya ke tembok dekat mesin absensi. Jangan heran bila tembok di sekitar mesin absen menjadi lebih dekil dan kusam karena ‘ternoda’ oleh mereka yang ‘ngelap’ jarinya sembarangan.

Saran bagi perusahaan atau lembaga yang masih menggunakan mesin pemindai sidik jari berbahan silikon, sebaiknya sediakan anti septic dan tissue di samping alat pemindai, agar penyebaran kuman melalui mesin absensi dapat dihindari. Bila pegawainya pada sakit, pasti yang repot perusahaan juga. Walaupun biaya pengobatannya sudah ditanggung oleh asuransi kesehatan.

Courtesy of thesun.co.uk
Courtesy of thesun.co.uk

Sekian artikel mengenai mesin absensi kali ini. Semoga artikel ini bisa berguna untuk anda.

Sumber : http://kesehatan.kompasiana.com

7 Masalah Mesin Absensi Dan Penanganannya

Setiap mesin absensi dengan sistem pemindai sidik jari memiliki kualitas yang bebeda-beda. Hal tersebut dikarenakan penggunaan jenis hardware yang berbeda antara mesin absensi yang satu dengan yang lainnya. Hardware yang sering digunakan dan telah dipercaya sebagai hardware terbaik untuk mesin absensitersebut yang telah memenuhi standarisasi international yang tidak lain adalah FCC standard USA dan CE standard Europe yang terdapat pada bagian belakang dari mesin absensi sidik jari ini.  Akan tetapi hardware sebaik apapun bila tidak dirawat dan dipergunakan sesuai dengan aturan pakainya, justru akan menimbulkan masalah dikemudian hari. Berikut beberapa permasalahan yang timbul dan cara penanganannya dari sebuah mesin absensi sidik jari:

1.    Terjadinya kelambatan pada saat mengindentifikasi objek.

Mesin absensi menjadi lambat pada saat menyecan sidik jari untuk disesuai dengan data base biasanya dikarenakan oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu kondisi permukaan kaca optik yang kotor atau buram yang didalamnya terdapat sensor untuk menindai suatu objek terhalang oleh kotoran yang menempel pada kaca optik tersebut. Jadi seringlah untuk membersihkannya dengan selotip yang lembut sampai kaca tidak terlihat buram.

Jumlah data terlalu melebihi kapasitas memori hardisk yang tersedia dalam mesin absensi sidik jari yang merupakan faktor kedua terjadinya kelambatan pada saat menyecan suatu objek. Setiap mesin absensi mempunyai hardisk yang mempunyai batasan dalam penyimpanan data record sidik jari. Sehingga semakin banyak menyimpan data presensi semain lambatnya proses identifikasi yang dilakukan oleh mesin absensi sidik jari ini. Jadi anda harus menghapus data presensi yang sudah tidak diperlukan atau dengan menambah memori hardisk pada mesin absensi dengan tipe sistem yang berdiri sendiri. Begitu pula untuk absensi yang menggunakan sensor U.are.U 4000B/4500B harus menghapus data presensi secara berkala atau dengan mengkombinasikan absensi dengan PIN.

2.    Tidak dapat melakukan scan pada sidik jari.

Permasalahan ini sering dijumpai ketika lampu sensor tidak nyala dan biasanya keadaan permukaan sensor terjadi goresan sehingga lampu sensor tidak hidup secara normal. Cara untuk mengatasinya dengan melakukan pengecekan pada lampu serta permukaan sensor dan juga pengecekan terhadap data karyawan pada mesin absensi yang digunakan karena terkadang sering terjadi kasus kesalahan yang dilakukan oleh admin dalam menghapus data karyawan.

3.    Tidak adanya ruang kosong untuk menyimpan data baru.

Penuhnya memori penyimpanan pada mesin absensi sehingga tidak ada ruang kosong untuk menyimpan data baru bisa berkibat kerusakan memori hardisk pada mesin absensi. Kejadiannya kadang berupa, pesan suara dapat diterima tetapi data tidak tersimpan dalam memori. Untuk mengatasi hal tersebut harus mengcopy semua data terlebih dahulu dan kemudian lakukan penghapusan terhadap data presensi yang tersimpan.

4.    Jam dan Tanggal Tidak Sesuai.

Hal tersebut terjadi karena didalam mesin absensi ada sebuah batrey c-mos dan apabila batrey ini telah habis akan menyebabkan waktu dan tanggal berhenti dan tidak sinkron dengan waktu dan tanggal pada komputer. Yang harus anda lakukan dengan mengganti batrey terlebih dahulu dan sinkronkan waktu dan tanggal melalui software aplikasi mesin absensi pada komputer.

5.    Mesin Absensi Tidak Dapat Dikoneksikan Dengan Komputer

Mesin absensi menggunakan dua jenis sistem koneksi untuk kompatibel dengan sistem pada komputer, antara lain adalah Koneksi dengan USB Cable dan koneksi dengan memakai TCP/IP.  RS 232 pada koneksi dengan USB Cable tidak terkoneksi karena software dari driver kabel belum terinstal atau sudah rusak, solusinya dengan penginstallan ualng driver USB Cable dan restart komputer.

Sedangkan koneksi dengan memakai TCP/IP biasanya tidak dapat koneksi dengan komputer karena kabel jaringan lepas atau putus. Jadi anda harus mengecek kabel jaringan tersebut dengan teliti atau kadang ketidak sama jenis pengaturan pada IP mesin dan IP komputer sehingga komputer tidak dapat membaca IP dari mesin.

6.    Mesin Absensi Sering Nyala dan Hidup Kembali Dengan Sendirinya

Biasanya hal seperti ini terjadi karena suplay daya listrik ke mesin absensi kurang maksimal sehinga mesin seringkali melakukan restart. Hal tersebut dikarenakan adaptor dengan stop kontak listrik tidak terpasang dengan benar atau adanya kerusakan pada adaptor, jadi anda harus mengganti dengan adaptor yang baru.

7.     Mesin Absensi Hang Atau Macet.

Kasus ini terjadi karena penyimpanan data presensi pada mesin absensi yang overload, hardware sedang trouble atau adaptornya yang rusak dapat menyebabkan proses mesin absensi menjadi macet. Untuk menanganinya anda bisa menyalin semua data presensi ke komputer lain dan kemudian menghapusnya, setelah itu restart komputer dan pastikan lampu indikator adaptor masih menyala terang.

Apabila setiap permasalah diatas tetap tidak dapat anda tangani dengan solusi tersebut maka anda harus membawa mesin absensi anda ke tim teknisi ahlinya yang merupakan service centernya dari mesin absensi yang anda beli.

Sumber : http://agitaafrina.wordpress.com

Akses Kontrol Innovation mg236

Mesin Akses Kontrol Kartu Proximity RFID dengan teknologi Proximity, cukup hanya dengan mendekatkan kartu proximity pada mesin ini maka pintu akan Terbuka dan Tertutup secara otomatis. Mesin ini mempunyai Kualitas Pendeteksian Kartu Tercepat dan disertai Akurasi yang Tinggi. Harga yang murah dan kinerja yang baik menjadikan mesin akses kontrol kartu satu ini pilihan terbaik dan paling banyak digunakan saat ini.

Mesin Akses Kontrol ini hanya bisa digunakan untuk Akses Kontrol saja, tidak bisa digunakan untuk mencatat absensi

SPESIFIKASI:
  • Standalone, Tidak memerlukan komputer
  • Access Control (AC) : 1 Relay Output 12V
  • Proximity Reader Frequency : 125KHz
  • Kapasitas User : 100 Kartu RFID Proximity
  • Kapasitas Transaksi Log : No Recorder
  • Waktu respon : <= 1 detik
  • Access method: Only Card, Only PIN, Card+PIN
  • Compatible Cards : EM or EM compatible cards
  • Reading Distance : 5-15CM
  • Ukuran : 117 x 117 x 21 mm

Segera hubungi : 021-58901514 / 021-82563117 atau sales@mesinabsensi.co.id

Pegawai Kemendikbud Terima Remunerasi Separuh Gaji Pokok

Minggu, 27 Januari 2013 , 05:50:00

JAKARTA – Di antara kementerian yang bakal menerima remunerasi adalah Kemendikbud. Inspektur Jenderal Kemendikbud Haryono Umar mengatakan, muncul kabar bahwa kementerian yang dipimpin Muhammad Nuh itu akan mendapatkan remunerasi sebesar 50 persen dari gaji pokok. “Ini masih kabar yang saya terima. Belum ketetapan dari Kemenkeu (Kementerian Keuangan, red),” kata Haryono, Sabtu (26/1). Haryono menceritakan, usulan mendapatkan remunerasi sebagai kompensasi menjalankan Reformasi Birokrasi dimasukkan Kemendikbud pada awal 2012 lalu. Tetapi mereka akhirnya merevisi karena mendapat tugas baru mengawal program kebudayaan. Mantan pimpinan KPK itu mengatakan, tunjangan remunerasi di Kemendikbud berdampak pada ketatnya aturan pegawai. Di antaranya adalah kewajiban absensi dengan sistem fingerprint dengan jam kerja mulai pukul 07.30 WIB. Sebelum adanya ketentuan absensi digital ini, banyak pegawai Kemendikbud yang baru masuk kerja pukul 10.00 WIB atau bahkan menjelang jam makan siang. (ken/wan)

Sumber : kopertis12.or.id

Perbedaan Kartu RFID dan Mifare

Selain pembacaan sidik jari atau fingerprint, sekarang ini ada cara lain yang dapat digunakan untuk pengabsenan. Salah satunya adalah sidik kartu atau card reader. RFID adalah kartu yang digunakan untuk pengabsenan di mesin absensi yang bisa membaca kartu. Selain RFID ada satu lagi kartu yang dapat digunakan untuk pengabsenan, yaitu kartu Mifare.

Dalam artikel kali ini kami akan membahas mengenai RFID dan Mifare, apa saja kekurangan dan keuntungan menggunakan kedua kartu tersebut.

RFID

  • Tidak dapat menyimpan data
  • Cara pengabsenan dengan pembacaan kode dalam kartu
  • Isi dalam kartu tidak dapat diubah
  • Pembacaan kartu melalui signal radio dari kartu
  • Bisa dicetak foto
  • Long live, tidak menggunakan baterai, dapat dipakai terus menerus

Mifare

  •  Dapat menyimpan data berupa nama, No ID, dan sidik jari pegawai
  • Cara pengabsenan dengan mencocokan data kartu dengan data mesin
  • Isi dalam kartu dapat diubah, dihapus, dan diperbarui
  • Pembacaan kartu melalui signal radio dari kartu
  • Bisa dicetak fotoLong live, tidak menggunakan baterai, dapat dipakai terus menerus

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda..

Bila anda memerlukan informasi mengenai mesin absensi, akses kontrol dapat menghubungi kami di : 021 – 5890 1514 atau email : sales@mesinabsensi.co.id

Sistem Absensi Canggih Ala SMANSA Melalui Id Card

Ivan Operator Mesin ID Card
Ivan Operator Mesin ID Card

Pada perayaan hari ulang tahun ke-53 SMANSA yang dirayakan pada tanggal 15 – 18 September 2011, SMANSA melaunching
mesin absensi dengan sistem ID Card. Sistem absensi berteknologi canggih ala SMANSA ini digunakan sebagai cerminan bahwa SMANSA merupakan sekolah yang terus mengikuti perkembangan teknologi.

Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana, Formiyeti, penggunaan mesin absensi dengan sistem ID Car ini
adalah untuk menegakkan disiplin di lingkungan sekolah.

“Tujuan program absensi berbentuk ID Card adalah sebagai penegak disiplin untuk para siswa beserta guru. ID Card ini juga dapat berfungsi sebagai SMS Gate dalam membantu pihak sekolah memberitahukan informasi secara keseluruhan mengenai siswa-siswi melalui SMS kepada orang tua mereka,” ulas Formiyeti.

Sementara itu, Operator Mesin ID Car, Ivan, menjelaskan proses pembuatan mesin absensi ini memakan waktu yang cukup lama, yakni sekitar dua tahun dengan melewati beberapa tahapan.

“Tahap pertama yang dilakukan dalam pembuatan ID Card ini yaitu pendataan seluruh siswa, kemudian data itu kami kirim ke Sukabumi karena kartu ini dibuat disana. Kami disini hanya mendata dan membantu guru-guru dari tata usaha tentang pengadministrasian absen siswa,” kata Ivan.

Mungkin karena belum terbiasa, pemberlakuan sistem absensi baru ini pada awalnya mengundang keluhan siswa.  Diantara keluhan itu, menurut Ivan, terkait informasi siswa yang terdapat di ID Card serta panjangnya antrian siswa yang akan mengecek ID Card.

“Langkah kami kedepan yaitu akan menambahkan sebuah mesin lagi untuk pengecekan ID Card dan mencetak ID Card siswa yang terdapat kesalahan,” jelas Ivan.

Disambut Positif

Program absensi menggunakan ID Card ini disambut positif oleh seluruh warga SMANSA dari mulai siswa-siswi hingga para guru.

“Menurut saya sistem pengabsenan dengan menggunakan ID Card ini cukup efektif karena dengan cara ini pengabsenan siswa bisa lebih teratur dan tidak ada lagi siswa yang bisa bolos atau pulang tanpa sepengetahuan pihak sekolah,” kata Said Hidayat, siswa kelas XII IS2.

Salah satu guru Bahasa Indonesia SMANSA yaitu Ibu Sudiyati S.pd juga berpendapat senada. “Sistem absensi dengan menggunakan ID Card seperti ini sangat bagus karena dengan absensi seperti ini kita bisa memantau semua tentang siswa pemilik ID Card tersebut. Harapan saya ID Card ini bisa kita gunakan sebagai bahan informasi siswa, bahan perbandingan dengan yang sebelum-sebelumnya dalam hal pengadministrasian absen. Siswa yang absen bisa langsung terdektesi dan bisa dijadikan sebagai laporan untuk orang tua siswa,” pungkas ibu guru ini.(Erina/Bunayya)

Editor : andri
Sumber : bangkapos.com