Mesin Solusi untuk Sengketa Pemilu

AKHIR pekan lalu, amuk massa gara-gara tidak puas dengan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) merusak ketenangan kota Palopo, Sulawesi Selatan. Pertanyaannya, mengapa kita tidak pernah mencoba ilmu pengetahuan buat menuntas masalah sengketa Pemilihan Umum yang sering terjadi di negeri ini?

Bukan hanya sering – tapi  belakangan hari – bahkan sudah makin sering terjadi. Akhir-akhir ini malah konflik kericuhan bukan hanya sudah makin sering, melainkan mulai mengancam rasa aman kita semua.

Pemilu di Indonesia menjelma teror. Indikator potensi rusuh tak bisa diukur secara mutlak oleh pihak berwajib. Sebuah kreasi industri politik yang semula positif, kini disalahgunakan pihak-pihak tidak bertanggung jawab buat memetik keuntungan dalam pesta demokrasi palsu.

Mengapa negara kemudian seolah-olah linglung menghadapi masalah kecil begini? Sebabnya amat jelas. Kita tak mau mencoba ilmu pengetahuan.

Ironisnya, tokoh-tokoh penting sekelas Presiden dan Menteri mengaku sejak kemarin membahas bagaimana mencari solusi menuntaskan sengketa Pemilu dari kursi jabatannya di ibukota Jakarta. Tapi semangat yang ditunjukkan hanya berpijak pada satu titik tolak saja berupa kompromi seperti musyawarah.

Katanya, bagaimana kalau Pemilu diadakan sampai tingkat provinsi saja, sedangkan daerah administrasi di bawahnya – termasuk kota dan kabupaten – cukup diputuskan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah masing-masing. Konsep pragmatis ini hanya memperkecil skala frekuensi Pemilu bukannya menghindarkan akar masalah.

Mereka yang selalu ditokohkan itu seakan ingin menjauhkan fokus publik buat mencari jalan penyelesaian dengan cara-cara yang lebih intelektual. Padahal sebenarnya, cuma satu akar masalah Pemilu: kecurangan hak suara.

Jadi, bagaimana menjawabnya?

Kecurangan itu akan bisa dihilangkan bila kita menciptakan sebuah mesin berbasis teknologi dengan model seperti mesin absen yang dapat memindai sidik jari. Sediakan saja satu unit foot-finger-machine di kecamatan untuk keperluan mengidentifikasi data diri pemilih. Sementara itu setiap lembar kertas suara Pemilu yang dicetak harus steril dari sidik jari seorang pun.

Sehingga, pada hari pencoblosan hanya tertera satu sidik jari, yakni sidik jari pemilih. Kertas-kertas suara yang dihitung, harus dipegang setiap petugas Pemilu, dengan selubung sarung tangan. Bila ada kontestan Pemilu mau protes soal kecurangan, mereka harus membayar biaya yang dikeluarkan untuk mencocokkan antara sidik jari yang ada dalam database di mesin pindai sidik jari itu dengan sidik jari pemegang kertas suara.

Kalau dapat selembar surat suara hanya dipegang oleh seorang pemilih saja dan ahli-ahli ilmu pengetahuan kita sudah berhasil menciptakan mesin sidik jari itu niscaya tidak mungkin ada lagi Kantor Walikota yang dilempari batu dan dibakar massa. Pemilu di Indonesia di saat kelak yang berbahagia itu akan benar-benar menjadi hari pesta yang amat riang gembira.
(mbs)

Sumber : SUAR (Suara Redaksi Okezone)

 

Pemasangan Mesin Absensi RF588

Pemasangan Mesin Absensi Innovation RF588 di PT.MIZUHO BALIMOUR FINANCE..

Berikut foto-foto pemasangannya,,

Mesin Absensi Innovation RF588 merupakan terobosan terbaru dari mesin absen yang lain. Mesin absensi dan akses kontrol ini selain menggunakan sidik jari dan juga dapat menggunakan kartu Proximity, proses absensi dapat menggunakan kombinasi sidik jari dan kartu sehingga dapat mencegah terjadi nya kecurangan.

Mesin RF588 ini sudah di lengkapi dengan sensor optik yang pembacaan nya sidik jari nya akan lebih optimal dan tahan lama, mesin ini jg sudah di lengkapi dengan kamera yang akan selalu mengambil foto karyawan yang melakukan proses transaksi absensi.
Segera hubungi kami di : 021 – 5890 1514 atau di sales@mesinabsensi.co.id. Dan gunakanlah mesin absensi Innovation untuk mengontrol absensi karyawan anda.

Keragaman Mesin Access Control

Mesin access control adalah sebuah sistem yang digunakan untuk menjaga keamanan karena sistem ini hanya memperbolehkan pemilik access keluar-masuk secara leluasa. Namun fungsi ini agak bergeser setelah ditemukannya fungsi lain dari sistem ini  yaitu sebagai alat absensi karyawan. Dengan menggunakan alat ini, karyawan tidak dapat memanipulasi data kehadiran.

Jenis mesin access control dibedakan berdasarkan kunci menbuka / accessnya

–          Proximity (kartu / card)

–          Finger Print (sidik jari)

–          Voice (suara)

–          Iris (selaput mata)

–          Face (struktur muka)

–          Dan jenis lainya

Dari semua jenis ini, yang sering ditemui adalah Finger Print dan Proximity karena mudah dan murah.  Bila berurusan dengan kerahasian yang sangat rahasia, pilihan yang tepat jatuh pada iris atau face karena lebih aman dan susah  untuk mencuri accessnya. Semoga Berguna –hm-

Sumber : http://peguinhitamputih.wordpress.com

Sistem Keamanan Akses Menggunakan Sidik Jari

Sidik jari dapat digunakan sebagai sistem identifikasi. Sidik jari telah terbukti cukup akurat, aman, mudah dan nyaman untuk dipakai sebagai identifikasi bila dibandingkan dengan sistem biometrik seperti retina mata atau DNA.

Sifat yang dimiliki oleh sidik jari antara lain :

1. Perennial nature, yaitu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada kulit manusia seumur hidup.
2. Immutability, yaitu sidik jari seseorang tidak pernah berubah, kecuali mendapatkan kecelakaan yang serius.
3. Individuality, pola sidik jari adalah unik dan berbeda untuk setiap orang.

Dari ketiga sifat ini, sidik jari dapat digunakan sebagai sistem identifikasi yang dapat digunakan dalam aplikasi teknologi informasi seperti:
1. Access System Security, yaitu akses untuk masuk ke suatu area atau ruangan tertentu yang restricted.
2. Authentification System, yaitu untuk akses data yang sifatnya rahasia dan terbatas (misalnya data pada perbankkan, militer dan diplomatik).
3. Time Attendance System / Mesin Absensi, yang mungkin lebih dikenal sebagai mesin absensi.

Beberapa tahapan proses pengenalan sidik jari adalah sebagai berikut:
1. Hasil sidik jari dirubah ke dalam bentuk numerik dengan cara system capturing sehingga dapat diproses dengan komputer.
2. Noise yang terdapat pada hasil scaning sidik jari, dihilangkan (pre-processing).
3. Hasil scaning sidik jari yang sudah dihilangkan noisenya, dilakukan proses binerisasi.
4. Proses ekstraksi feature dari sidik jari yang akan digunakan pada proses Jaringan Saraf  Tiruan.
5. Proses identifikasi dan atau pengenalan menggunakan Jaringan Saraf  Tiruan (JST).

Sumber : http://hebros.co.id

Mesin Absensi Sidik Jari Finger Print Innovation F338

Gambar Innovation F338

Spesifikasi
  • Standalone
  • Layar Full Colour
  • Tampilan Menu yang Interaktif
  • Kapasitas : 6.000.Sidikjari
  • Kapasitas Log : 100.000 Transaksi
  • Media Koneksi ke komputer : UTP Cable (Jaringan), FlashDisk
  • Waktu respon : <= 1 detik
  • Jenis Matching : 1:1 dan 1:N
  • Fitur Standard: Layar Warna,
  • Dilengkapi dengan LCD dan Speaker untuk identifikasi signal
  • Sudah Termasuk Aplikasi

Fitur – fitur Aplikasi Attendance + Innovation Payroll :

  1. Pengaturan Data Karyawan
  2. Pengaturan Jadwal Kerja Fleksibel (Mampu menangani sistem kerja yang rumit)
  3. Menghitung otomatis kehadiran, keterlambatan, pulang cepat, lembur, dan total jam kerja.
  4. Fasilitas mencatat : sakit, ijin, dan cuti, serta koreksi transaksi absensi.
  5. Waktu laporan bisa di set berdasarkan periode ( Harian, Mingguan, bulanan, tahunan )
  6. Dapat menghitung Gaji berdasarkan formula yang terdapat di perusahaan anda.
  7. Fasilitas Customize Format Laporan, Export Data, dll.
  8. Proses absensi bisa Real Time, dalam status koneksi dengan mesin karyawan yang absen akan muncul data nya di monitor.
  9. Tersedia juga manual penggunaan software dan hardware SDK (Software Development Kit) Gratis contoh source code untuk pengembangan aplikasi lebih lanjut.

 

Segera hubungi : 021-58901514 / 021-82563117 atau sales@mesinabsensi.co.id

PENGGUNAAN MESIN ABSENSI BAGI PEGAWAI KANREG VII BKN PALEMBANG

Hari Selasa tanggal 5 Januari 2010 merupakan hari bersejarah bagi seluruh pegawai Kantor Regional VII BKN Palembang karena pada tanggal tersebut mulai dilaksanakannya penggunaan mesin absensi (Finger). Pelaksanaan penggunaan mesin absensi (Finger) ini berdasarkan Memo Dinas yang ditandatangani Bapak Dr. Djoko Sutrisno, M.Si selaku Kepala Kantor Regional VII BKN Palembang Nomor : 001/MD/KR.VII/BKN/I/2001 tanggal 4 Januari 2010.

Berdasarkan Memo Dinas tersebut diatur hal-hal sebagai berikut :
1. Jam Kerja Pegawai Sesuai Ketentuan Kepres No. 58 Tahun 1964 jam kerja satu minggu adalah 37 jam 30 menit, dengan pengaturan sebagai berikut :
a. Jam Kerja hari Senin s/d Kamis Pukul 07.30 – 16.00 WIB Istirahat Pukul 12.00 – 13.00 WIB
b. Jam Kerja hari Jum’at Pukul 07.00 – 16.30 WIB Istirahat Pukul 11.30 – 13.30 WIB
2. Daftar Hadir
a. Setiap pegawai yang masuk kantor wajib absen pada mesin absen yang telah disediakan bertempat di ruang Anjungan Pelayanan Mandiri dengan membubuhkan sidik jari.
b. Daftar Hadir Pegawai dilakukan dengan pengaturan sebagai berikut : Presensi I kehadiran dilakukan s.d. pukul 07.30 WIB Presensi II pada jam istirahat dilakukan pada pukul 12.45 – 13.00 WIB Presensi III pulang pada pukul 16.00 s.d. selesai WIB
c. Pegawai yang terlambat masuk kantor diwajibkan mengisi dan menandatangani formulir model F1, sedangkan pegawai yang Ijin Keluar Kantor diwajibkan mengisi dan menandatangani Formulir Model F-3 / F-4 setelah diketahui/disahkan oleh atasan langsungnya.
3. Kepada para Kepala Bagian / Bidang dan atasan langsunya diwajibkan melakukan pengawasan pada para pegawai di unitnya masing-masing.

Dapat kita perhatikan begitu antusiasnya para pegawai BKN Kanreg VII Palembang dalam melakukan absensi dengan mesin absensi (Finger) yang baru disediakan tersebut. Kesadaran untuk hadir sebelum jam kerja rupanya tertanam disetiap jiwa pegawai Kanreg VII BKN Palembang yang berharap menjadi pegawai negeri sipil yang profesional dan sejahtera. Semoga.

Sumber : http://www.bkn.go.id

Kenapa Harus Memilih Mesin Absensi Sidik Jari

Kenapa Harus Memilih Mesin Absensi Sidik Jari
Kami yakin masih banyak yang berfikir seperti itu.

Oke, mari luangkan sejenak waktu anda untuk membaca ulasan berikut ini.

1. Trend/Fase Teknologi
Barcode Manual —- Terjadi sebelum tahun 1970
Magnetic Card —– dipakai pada periode 1980
Proximity Card —— dipakai pada periode 1990
Fingerprint ——- mulai dikenal 1997 sampai sekarang

Perusahaan beralih pada teknologi sidik jari karena alasan:
– Convenience
– Reliable & Accurate
– Cost Effective
– Real Report (hard to manipulate)

2. Common Attendance Issues
– Titip Absen
– Tidak Bawa Kartu
– Kartu Hilang
– Lupa Password
– Variable cost untuk high turnover
– Sulit untuk monitoring

Hal tersebut tidak akan terjadi jika menggunakan mesin absensi sidik jari.

3. Keamanan dan Akurasi
– Tidak ada pengcopy-an kartu
– Tidak ada peminjaman kartu
– Sidik Jari tiap individu adalah unik, tidak ada persamaannya.

Sehingga akan berdampak :
– Karyawan lebih tepat waktu
– Mendukung peningkatan produktivitas

4. Kenyamanan
– Tidak perlu password
– Tidak Perlu Kunci atau kartu
– Tidak mungkin lupa, hilang atau tertinggal
– Berbagai cara pendaftaran (Sentralisasi atau desentralisasi – via alat)
– Mengurangi pekerjaan administrative secara manual
– Pendaftaran yang cepat dan simple
– Print out laporan absen

Sekian untuk artikel mengenai Kenapa Harus Memilih Mesin Absensi Sidik Jari.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Sumber : http://hebros.co.id

Tips Perawatan Mesin Absensi

Mesin absensi sebagai bagian penting dari sebuah perusahaan, oleh karena itu sebuah mesin absensi harus dijaga dan dirawat agar tidak terjadi sebuah kerusakan.

Tips Perawatan Mesin Absensi
1. Pastikan mesin absensi anda bukan barang ecek-ecek.

2. Instalasi dan Penempatan
Penempatan mesin absensi sidik jari sangat penting, LCD dan Sensor sangat sensitif dengan keadaan penempatan anda.

  • Tempatkan absensi yang teduh jauhkan dari udara lembab dan berair.
  • Hindari kontak langsung dari sorot cahaya dengan intensitas tinggi seperti cahaya matahari atau lampu.
  • Jauhkan dari barang-barang keras atau yang mudah jatuh.
  • Taruhlah mesin absensi di tempat yang cukup aman juga jangkauan anak–anak.

3. Cek sebelum anda menghidupkan mesin absensi.
Hal ini sangat penting dalam penggunaan mesin absensi sidik jari. Kita harus cek kondisi mesin sebelum menghidupkan. Cek apakah penempatan apdator untuk mesin stand alone, dan port USB untuk mesin absensi yang terhubung langsung dengan komputer.

4. Perawatan sensor
Bersihkan permukaan sensor secara teratur atau berkala. Untuk membersihkan gunakanlah selotip bening (lakban bening) rekatkan pada pemukaan sensor kemudian lepas kembali. Ulangi hingga permukaan sensor bersih.

5. Segera hubungi service center
Hal terakhir apabila absensi bermasalah segera kontak service center atau segera bawa mesin anda ke service center untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jangan membuka mesin absensi anda karena selain garansi mesin anda hilang juga bisa menambah masalah pada mesin anda.

Sekian mengenai artikel Tips Perawatan Mesin Absensi dari kami.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda.

Sumber : http://hebros.co.id/

Absensi Sidik Jari (Finger Print)

Dalam rangka peningkatan disiplin pegawai dan tunjangan sertifikasi serta mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, SMK Negeri 1 Ampelgading memberlakukan absensi melalui mesin absen Sidik Jari (finger Print). Absensi sidik jari ini sudah dipasang dari tahun 2009. Dan Absensi manual tetap digunakan secara bersamaan.

Mesin absensi sidik jarii ini dipasang di Loby utama Kantor SMK N 1 Ampelgading. Setiap pegawai mengabsen dengan cara menempelkan salah satu jari tangan di alat elektrik. Mesin sidik jari ini akan menampilkan Nomor, Nama Pegawai yang bersangkutan dan waktu kehadiran.

Setiap pegawai wajib melakukan absen dengan batas waktu yang telah ditentukan yaitu paling lambat pukul 07.00 Wib. pada saat masuk kantor dan pada saat pulang kantor pukul 14.00 Wib. untuk hari Senin sampai dengan Jum’at. Sedangkan pada hari pulang jam 13.15 Wib.

Pada awal penerapan absensi menggunakan mesin sidik jari ini para pegawai kelihatan belum familiar sehingga perlu waktu beberapa kali melakukan absensi sebelum dinyatakan berhasil namun secara umum proses ini berjalan dengan lancar.
Manfaat dari finger print ini adalah untuk meningkatkan disiplin kerja guru serta menghindari praktek manipulasi absensi. Penerapan absen sidik jari ini sudah dilakukan evaluasi beberapa kali. Bila ada pegawai yang melanggar akan dikenai sanksi . Menggunakan hasil pembacaan identifikasi sidik jari untuk absensi merupakan suatu pilihan tepat dibanding lainnya.

Beberapa alasan factor sidik jari menjadi opsi terbaik untuk diaplikasikan dalam sebuah sistem absensi:

1. Kenyamanan
Dimulai dari registrasi yang simple, karyawan tidak perlu repot membawa kartu karyawan maupun kertas atau kartu. Setiap karyawan tidak akan lupa membawa alat absensinya atau jari yang telah diregistrasi, cukup menaruh jari kita tepat diatas sensor.

2. Keamanan
Menggunakan sidik jari tingkat keamanan sangat tinggi dari hasil pembacaan pengguna yang berbeda-beda atau unik. Pengguna tidak bisa saling menitipkan absensi seperti yang dilakukan ketika kita menggunakan mesin pin, kartu, tanda tangan, dan mesin amino.

3. Efektifitas waktu
Perubahan kehadiran guru terjadi ketika sekolah menggunakan absensi fingerprint. Karyawan akan datang lebih tepat waktu atau bahkan lebih pagi dari hari biasanya. Selain itu, sistem data dapat terpusat dalam satu server. Walau diluar kota tanpa menunggu terlalu lama karena dalam pembuatan laporan kita tidak perlu merekap manual satu per satu. Dengan factor ini kita bisa meningkatkan produktifitas berdasarkan kedisiplinan.

4. Efisiensi biaya
Mengefisiensi biaya perawatan, pemakaian sehingga dapat mengefisiensi pengeluaran lainnya.
Dengan beberapa faktor tersebut mesin absensi sidik jari jauh lebih sesuai untuk SMK N 1 Ampelgading.

Sumber : www.smkn-ampelgading.sch.id

Bupati Brebes Launching Mesin Absensi Sidik Jari

absensi 2

BREBESNEWS.CO – Pemkab Brebes mulai 1 Maret 2013 akan menerapkan sistem absensi sidik jari elektronik. Hal ini sebagai salah satu upaya bentuk pengetatan kehadiran pegawai negeri sipil (PNS) meminimalisir kelalaian, dan bolos kerja.

Mesin absensi elektronik ini dilaunching langsung oleh Bupati Brebes, H Idza Priyanti SE usai apel pagi, Senin (25/02) di Halaman Kantor Bupati. Bupati menyampaikan bahwa absensi elektronik adalah salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam penegakan disiplin kerja pegawai.

” Saya yakin, mesin absensi elektronik ini memiliki manfaat besar, utamanya dalam hal penegakkan disiplin pegawai,” tegasnya.

Bupati mengingatkan, bahwa kebutuhan data kehadiran pegawai yang akurat sangatlah penting sebagai basis data berbagai penerapan kebijakan, termasuk untuk menganalisa dari sisi kedisplinan. Bupati menegaskan bahwa kedisiplinan adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar dalam melaksanakan tugas seorang pegawai negeri sipil.

Sementara itu (Plt). Kepala BKD Kabupaten Brebes, Dra. Lutfiatul Latifah melalui Kabag Humas dan Protokol Setda Brebes, Drs Atmo Tan Sidik menyampaikan bahwa saat ini ada 34 SKPD dilingkup Pemkab Brebes yang sudah terpasang mesin absensi elektronik. Dalam waktu dekat seluruh SKPD akan dipasang, termasuk kantor kecamatan. Sementara ini kantor kecamatan yang sudah terpasang adalah Kecamatan Brebes, Kecamatan Songgom, Kecamatan Jatibarang, Kecamatan Wanasari dan Kecamatan Bulakamba.

Atmo juga menjelaskan bahwa dasar hukum penerapan mesin absensi sidik jari ini adalah PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Sanksinya jelas dan tegas terkait disiplin PNS,” ujar Atmo.

Mesin absensi sidik jari yang dimiliki Pemkab Brebes bekerja dengan sistem dual identification secara bergantian yaitu melalu proses pengenalan wajah atau dengan sentuh (sidik jari). Mesin ini memiliki kapasitas data pemakai hingga 7.500 sidik jari, 1.500 wajah serta waktu respon kurang lebih 1 detik. Data dari setiap mesin absensi ini juga terhubung langsung dengan server di BKD, sehingga analisa data pegawai akan lebih cepat dan akurat.

” Saya harap dengan adanya mesin ini, disiplin pegawai kita akan bertambah baik sehingga pelayanan terhadap publik semakin meningkat dan profesional,” ujar Bupati saat mencoba menekan ibu jarinya di alat absensi tersebut. (ilmie)

Sumber : BREBESNEWS.CO