Mandiri CLBC Jakarta Pasang Mesin Absensi

Mandiri CLBC Jakarta Pasang Mesin Absensi

Mandiri CLBC
Mandiri Consumer Loans Business Center telah menggunakan mesin absensi

Di antara sekian banyak customer kami, Mandiri CLBC Jakarta adalah salah satunya. Mandiri CLBC Jakarta telah menggunakan mesin absensi yang kami tawarkan sejak  Maret 2014.

Mesin Absensi
Gambar. Mesin Absensi di kantor Mandiri CLBC Jakarta (Dok. MA).

Silakan kunjungi laman kami, www.mesinabsensi.co.id atau hubungi hotline kami di 021-58901514. Jadilah satu di antara banyak perusahaan yang percaya kepada kami.

Mesin Absensi
Gambar. Karyawan Mandiri CLBC Jakarta dan mesin absensi
Pemasangan Mesin Absensi di PT Istech dan PT Vegatyan Inti Prakarsa

Pemasangan Mesin Absensi di PT Istech dan PT Vegatyan Inti Prakarsa

Mesin Absensi Fingerprint

Semakin banyak perusahaan yang memilih untuk melakukan pembaruan sistem pengawasan kerja dan keamanannya dengan melakukan pemasangan mesin absensi. Di antaranya adalah PT Istech Resources Asia dan PT Vegatyan Inti Prakarsa yang merupakan customer www.mesinabsensi.co.id.

Kedua perusahaan tersebut secara berurutan telah melakukan pemasangan mesin absensi pada 15 dan 16 April 2014. Berikut ini adalah dokumentasi pemasangan mesin absesi di PT Istech Resources Asia yang berkantor di Jakarta Selatan dan PT Vegatyan Inti Prakarsa yang berkantor di Jatiasih-Bekasi:

1. PT Istech Resources Asia

Pemasangan Mesin Absensi
Gambar I. Tim www.mesinabsensi.co.id di PT Istech Resources Asia (Dok. MA)

PT Istech Resources Asia melakukan pemasangan mesin absensi Innovation F728S. Innovation F728 sendiri adalah mesin absensi sekaligus akses kontrol yang mempunyai kemampuan merekam dan mengidentifikasi sidik jari karyawan. Kelebihan F728S dari mesin absensi sejenis lainnya adalah sensor optiknya yang memungkinkan pembacaan sidik jari yang lebih optimal dan tahan lama.

Selain itu, alarm function yang dimiliki Innovation F278S mampu mendeteksi pintu yang tidak tertutup rapat atau dibuka secara paksa, sekaligus memberikan peringatan.

Mesin Absensi Sidik Jari
Gambar II. Innovation F728S di salah satu pintu PT Istech Resources Asia (Dok. MA)

 

Push Button Mesin Absens
Gambar III. Push button Innovation F728S yang berfungsi sebagai pembuka pintu dari dalam (Dok. MA).

 

2. PT Vegatyan Inti Prakasa

Pemasangan Mesin Absensi
Gambar IV. Tim www.mesinabsensi sedang bersiap melakukan pemasangan (Dok. MA)

PT Vegatyan Inti Prakasa melakukan pemasangan mesin absensi Innovation F308W.  Mesin absensi tersebut adalah pengembangan dari Innovation F308 dan F308C.

Innovation F308W berbeda karena tampilannya yang berwarna dan lebih interaktif, terlebih karena ia mampu menampilkan foto karyawan yang sedang melakukan absen.

Selain memasang Innovation F308W, PT Vegatyan Inti Prakasa juga memasang Innovation MG-336, sebuah jenis akses kontrol pintu yang memiliki desain minimalis dan mampu mencatat sekaligus mendeteksi 500 sidik jari dan 500 kartu RFID.

Pemasangan Mesin Absensi
Gambar V. Innovation F308W yang terpasang di PT Vegatyan Inti Prakasa (Dok. MA).

 

Pemasangan Mesin Absensi
Gambar VI. Akses kontrol pintu Innovation MG-336 di PT Vegatyan Inti Prakasa (Dok. MA).

Jika anda pun berminat untuk melakukan pemasangan mesin absensi, anda bisa mengunjungi www.mesinabsensi.co.id untuk memilih sendiri jenis mesin absensi atau akses kontrol pintu yang anda ingin terpasang di kantor anda. Anda bisa juga menghubungi kami di 021-58901514. Tetap biasakan diri dan lingkungan untuk selalu tepat waktu! [*]

 

Mesin Absensi Murah untuk Menekan Korupsi Waktu

Mesin Absensi Murah untuk Menekan Korupsi Waktu

“…salah satu cara menekan korupsi waktu adalah dengan pemakaian  mesin absensi. Terdapat banyak mesin absensi murah yang dijual di Indonesia dan perusahaan-perusahaan dapat melakukan investasi jangka panjang dengan membeli, memasang, dan menjadikannya dasar untuk mengukur kinerja karyawan…”

Saat menyimak berita di televisi Indonesia, kerap kali kita disajikan berita tentang seorang pejabat negara yang terjerat kasus korupsi. Lalu, kita merasa geram karena hal itu dan berharap ‘Si Koruptor’ dihukum seberat-beratnya. Tetapi, kita jarang menyadari bahwa kejadian tersebut adalah bentuk korupsi yang besar dan terekspose di media.

Padahal, masih banyak bentuk korupsi lainnya, yang salah satunya mungkin pernah dilakukan oleh karyawan-karyawan yang bekerja di perusahaan kita. Bentuk korupsi lainnya tersebut antara lain, pilferage, memakai fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi, dan datang atau pulang kerja bukan pada waktunya. Bentuk korupsi yang terakhir disebutkan adalah yang akan dibahas di sini.

Perusahaan-perusahaan profesional biasanya memiliki agenda yang padat dan menuntut akurasi waktu kepada setiap karyawan yang in charge di dalamnya. Tetapi, tidak semua karyawan memiliki kemampuan untuk menjawab tuntutan tersebut dan mengimbangi budaya kerja yang tepat waktu, bahkan kesulitan untuk sekadar tidak datang terlambat dan pulang pada waktunya. Hal tersebut berpotensi memperlambat speed dari perkembangan perusahaan atau, pada kasus-kasus yang lain, menimbulkan kerugian dengan jumlah yang banyak bagi perusahaan.

Tetapi, di sisi yang lain, terlambat datangnya para karyawan bisa jadi karena kelonggaran yang diberikan oleh perusahaan sendiri: tidak diberlakukannya sistem yang kuat atau tidak adanya reward and punishment. Untuk kemungkinan semacam itu, salah satu cara menekan korupsi waktu adalah dengan pemakaian  mesin absensi. Terdapat banyak mesin absensi murah yang dijual di Indonesia dan perusahaan-perusahaan dapat melakukan investasi jangka panjang dengan membeli, memasang, dan menjadikannya dasar untuk mengukur kinerja karyawan.

Berdasarkan bentuk dan cara kerjanya, mesin absensi digolongkan menjadi 3 (tiga), yaitu:

1.      Mesin absensi kartu;

2.      Mesin absensi magnetic card; dan

3.      Mesin absensi biometric.

Mesin absensi biometric adalah mesin absensi terbaru, sekaligus yang paling memudahkan karyawan dan perusahaan. Mesin absensi biometric antara lain mampu mendeteksi sidik jari, suara, atau wajah karyawan. Jadi, pada saat mengabsen, karyawan hanya perlu menempelkan jarinya ke mesin absensi, mengeluarkan suara di depan mesin absensi, atau menampakkan wajahnya di depan mesin absensi untuk kemudian terabsen dan mesin absensi mencatat kehadiran karyawan lengkap dengan waktu kehadiran.

Mesin Absensi
Gambar I. Contoh Mesin Absensi Sidik Jari

Dengan pemakaian mesin absensi, sebuah perusahaan dapat memaksimalkan waktu kerja karena teknis absen yang mudah dan cepat, rekapitulasi kehadiran dan kepulangan yang bisa langsung dicetak, sekaligus mengevaluasi kinerja karyawan dengan lebih mendalam karena data valid yang dicatat oleh mesin absensi. Untuk mendapatkan mesin absensi murah, perusahaan-perusahaan dapat melakukan pemesanan dengan mengunjungi www.mesinabsensi.co.id atau menghubungi hotline Mesin Absensi di 021-58901514. Mari terus biasakan diri dan lingkungan kerja kita untuk tepat waktu! [*]

Pemasangan Mesin Absensi F18 Di PT.Synergy Network Solution

Pemasangan Mesin Absensi F18 Di PT.Synergy Network Solution

Pemasangan mesin absensi sidik jari dan akses kontrol F18 yang di lakukan di PT.Synergy Network Solution oleh team mesin absensi.Berikut contoh foto-foto pemasangannya.

6

Mesin Absensi Tipe F18 memiliki rangka yang ramping dengan layar bewarna yang sanggup menampilkan menu dengan bagus dan bisa menampilkan photo ID karyawan.Untuk fitur akses kontrol yang baik,dapat juga dihubungkan dengan exsternal slave rider.

Dengan adanya external reader, karyawan harus mengidentifikasikan dirinya lewat sidik jari ataupun kartu sebelum bisa keluar pintu. Dengan demikian anda bisa memantau jam makan siang ataupun jam keluar karyawan anda dengan akurat.

Gunakanlah mesin absensi dari Innovation.Segera hubungi team marketing kami di : 021 – 5890 1514 atau dapat juga menghubungi kami di : sales@mesinabsensi.co.id

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengatur Disiplin Karyawan

Mengatur Disiplin Karyawan

Mengatur disiplin karyawan, untuk sebuah perusahaan atau instansi pemerintah tentu akan mempunyai banyak pegawai yang perlu dikontrol kedatangannya setiap dari dengan metode absensi yang beragam misalnya saja dengan Mesin absensi sidik jari. Tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi paling efektif untuk mengetahui kehadiran seseorang akan sangat diperlukan terlebih jika perusahaan maupun instansi pemerintah tersebut menginginkan situasi kerja yang lebih disiplin dan kondusif untuk mendapatkan hasil yang maksimal baik dalam mengejar target perusahaan maupun memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Dengan adanya banyak orang yang mendatangi sebuah tempat untuk bekerja, hal ini berarti bahwa adalah hal yang akan sulit dilakukan untuk memastikan bahwa setiap pegawai datang tepat waktu untuk mengejakan tugas harian yang mereka emban sebagai pegawai. Ada begitu banyak nama yang terdaftar dalam daftar pegawai perusahaan misalnya dan perusahaan perlu memastikan bahwa daftar nama tersebut sesuai dengan hasil dan pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk belanja pegawai tentunya. Profesionalitas dan pencapaian perusahaan tentu akan sangat dipengaruhi bahkan oleh seorang pegawai yang absen tetapi tidak terekam dalam laporan absensi pegawai.

Model absensi lama dengan kartu apalagi dengan tanda tangan ternyata bukan pilhan efektif untuk mengontrol kehadiran pegawai misalnya karena ada banyak kecurangan yang bisa dilakukan pegawai untuk memastikan dirinya datang secara absensi meskipun secara fisik ia tidak ada di kantor. Oleh karena itu, metode yang meminimalisir peluang tindak kecurangan terhadao absensi sangat diperlukan agar kinerja pegawai bisa sesuai dengan yang diharapkan agar performa perusahaan bisa berjalan dengan baik. Teknologi terbaru yang mampu memberikan solusi untuk permasalahan pelik yang dapat ditemui di berbagai kantor perusahaan dan instansi pemerintah adalam Mesin absensi sidik jari. Mesin ini menggunakan kekhasan sidik jari manusia yang tidak ada duanya di dunia. Sidik jari seseorang mempunyai jalinan pola yang khas yang tidak mungkin ditemui pada jari orang lain meskipun mereka kembar sekalipun. Kekhasan ini dapat digunakan untuk menghindarkan pegawai nakal yang ingin mendapatkan hak tanpa melakukan kewajiban sebagai pegawai.

Cara kerja mesin ini sebenarnya cukup sederhana karena kerja secara keseluruhan ditangani oleh komputer. Sebelum mesin ini dapat digunakan untuk merekam kehadiran pegawai, sidik jari seluruh pegawai perlu dikumpulkan dan sidik jari yang didata boleh lebih dari satu. Seluruh pengumpulan data sidik jari tersebut akan tersimpan dalam database komputer. Pada prakteknya, pegawai akan meletakkan jari di atas mesin dan layar akan merekam sidik jari yang ada dan kemudian akan disimpan dalam database. Mesin absensi sidik jari kemudian akan merekam setiap pegawai yang melakukan absensi setiap harinya dan komputer akan mencocokkan sidik jari tersebut dengan sidik jari yang ada pada database komputer.

Sumber :

http://www.mesinabsensitissor.com/mesin-absensi-sidik-jari-bagaimana-cara-kerjanya/

http://intisari-online.com/

www.mesinabsensi.co.id

Sekolah Sudah Mulai Menggunakan Absensi Wajah

Sekolah Sudah Mulai Menggunakan Absensi Wajah

Saat ini Sekolah sudah mulai menggunakan Absensi Wajah, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Palembang telah menggunakan absensi dengan teknologi sensor deteksi wajah dan mata. Setelah 1 minggu pengenalan, absen ini sekarang sudah digunakan sebagai absen para guru dan pegawai MAN 3 Palembang, di mana absen tersebut diletakkan di ruangan waka sarana dan prasarana yang dilengkapi CCTV sebagai media control saat guru dan pegawai mengabsen.

Sebanyak 68 guru dan pegawai telah didata didalam mesin absensi ini, walaupun masih ada guru atau pegawai yang belum di data karna belum menemui tim admin MAN 3 Plg.

Prinsip kerja absensi ini sangatlah muda, guru dan pegawai yang telah didata oleh mesin absensi hanya menunjukkan wajahnya di depan mesin absensi, lalu mesin absensi mendeteksi wajah dan mata guru atau pegawai. Jika wajahnya terdeteksi mesin akan memberikan pemberitahuan guru dan pegawai tersebut sudah melaksanakan absensi.

Absensi ini dipandang sangat praktis, karena guru dan pegawai hanya butuh waktu sekitar 1 – 2 detik saja untuk melakukan absensi. Absen ini dibuka pagi hari pada pukul 06.00 – 09.00 wib dan sere hari pada pukul 14.00 – 16.00 wib, jika guru dan pegawai didak mengabsen sesuai renge yang ditentukan, maka mereka dianggap tidak hadir.

Kepala Madrasah Dr H Ahmad Zainuri MPdI, Rabu (16/5) mengharapkan, dengan memberlakukan absensi seperti ini, guru dan pegawai tidak akan dapat protes lagi mengenai kehadiran di sekolah, dan data absen ini sangatlah akurat, sesuai waktu pengabsenan. Namun beliau masih memberikan soialisasi selama 1 bulan untuk menggunakan absen ini. “Semoga absen ini berjalan dengna tertib dan aman,” harap Zainuri. (bst)

 

Sumber : http://www.infotec.co.id/news-9.html

www.mesinabsensi.co.id

 

Mengatasi masalah Mesin Absensi No more Space

Mengatasi masalah Mesin Absensi No more Space

Mengatasi masalah Mesin Absensi No more Space, Kita tidak menginginkan masalah ditengah berjalanya proses penggunaan mesin absen atau software absensi, namun hal ini tidak bisa kita hindari mengingat produk ini termasuk barang digital elektronik yang di buat oleh manusia, yang tentu saja pasti ada kelemahan. Berikut ini kami simpulkan berbagai permasalahan dan penanganan masalah kerusakaan absensi sidik jari pada umumnya.

1. Identifikasi Sensor Lambat 
Absensi stand alone mempunyai batasan kapasitas jari dan record transaksi yang akan berpengaruh pada sistem mesin, semakin banyak data tersimpan semakin lama pula proses identifikasi sidik jari. Apabila dibiarkan dalam kondisi tersebut hingga muncul peringatan “No more Space” bisa berakibat mesin Hang dan scan transaksi tidak diterima. Silahkan memanajemen data secara berkala dengan mendownload dan melakukan penghapusan.

2. Hang Macet
Dikarenakan penyimpanan data, Hardware troble atau Adaptor rusak bisa mengakibatkan hang atau macet. Untuk penanganan hal tersebut bisa dengan mendownload semua data kemudian menghapusnya. Bisa juga dengan merestart mesin (mematikan mesin dan menghdupkan kembali). Dan apabila kondisi masih sama, bisa dengan mereset/inisialisasi mesin. Apabila masih berlanjut silahkan menghubungi Tim teknis Service Center Produk Fingerspot terdekat.

3. Tidak Menerima Scan
Ada beberapa penyebab masalah tidak diterimanya scan karyawan. Kasus tidak menerima scan bisa seluruh karyawan atau sebagian silahkan mencoba memeriksa kondisi mesin sebagai berikut:

a. Keadaan permukaan sensor, jika kondisi permukaan sudah buram maka bersihkanlah dengan selotip bening. Dan apabila ada goresan pada permukaan sensor silahkan mengganti kaca sensor dengan mengirimkan unit ke service center.

b. Periksa data karyawan dan sidik jari. Apabila semua data tidak terbaca atau kosong, ada kemungkinan data karyawan tidak sengaja terhapus. Silahkan mengupload sidik jari dan data karyawan dari software absensi untuk menangani masalah tersebut..

c. No more Space, Peringatan error ini dikarenakan data mesin penuh sehingga perlu pengahpusan data presensi. Sebelum menghapus pastikan semua data pada fingerprint sudah di download.

4. Jam dan Tanggal Tidak Sesuai
Periksa menu pengaturan date time pada mesin, kemudian rubah nilai waktu. Atau bisa juga dengan sistem sinkronisasi waktu. Apabila pada hari berikutnya jam dan tanggal kembali tidak sesuai. kerusakaan tersebut bisa dikarenakan batery c-mos. Anda bisa mengirimkan unit tersebut ke Service center untuk penggantian batery.

5. Tidak Bisa Terkoneksi dengan Komputer
Masalah koneksi dengan mesin sering dialami saat pertama kali pengaturan, namun dimungkinkan juga alasan yang lain. Untuk pertama, silahkan periksa kabel jaringan pastikan sudah terkoneksi. Kemudian pengaturan IP Mesin dan IP Komputer yang digunakan, pn astikan satu kelas dengan. Secara default beberapa mesin menggunakan 192.168.1.201 da192.168.0.218. Dan bila keadaan ini masih sama ada kemungkinan kerusakaan dari hardwaren port TCP/IP

Kembali lagi, unit absensi sidik jari merupakan produk elektronik. Sedang elektronik banyak memungkinan kerusakan secara mendadak karena korosi walaupun bergaransi seumur hidup sekalipun. Sebagai catatan akhir, setiap semua kerusakaan pada akhirnya akan dibutuhkan seorang tim teknis ahli untuk menangani kerusakaan tersebut. Dikarenakan hal tersebut maka dibutuhkan service center. Jadi pastikan produk yang anda gunakan mempunyai service center yang jelas seperti Fingerspot yang merupakan Brand Produk Biometrik.

Sumber : http://sidik-jari.com

Mesin Absensi Menggunakan Wajah

Mesin Absensi Menggunakan Wajah

Mesin Absensi menggunakan Wajah dan Kartu Tipe Innovation F1 merupakan mesin absensi wajah dan kartu RFID. Seringkali mesin absensi sidik jari mempunyai kelemahan tidak bisa memverifikasi jari karyawan apabila jari karyawan itu terluka, kotor ataupun berminyak. Kini Hadir Produk Generasi Terbaru Dari Innovation , dengan mengutamakan keakurasian dan kecepatan bertransaksi, mesin absensi Innovation F1 dengan teknologi verifikasi wajah terbaik , tercepat dan terakurat di Indonesia. Lalu dibantu dengan Fitur RFID Card yang dapat berfungsi juga sebagai Kartu Identitas selain sebagai alat absensi.

Semua kelemahan mesin absensi sidik jari yaitu sensor rusak, absensi berulang kali, jari sering kotor dan berminyak, yang mengakibatkan proses absensi terganggu, kini sudah teratasi dengan mudah oleh Mesin Absensi menggunakan Wajah  Innovation F1 ini. Lebih cepat, lebih akurat, lebih higienis, Innovation F1 menjawab tantangan dengan solusi yang tepat. Cocok untuk digunakan di semua bidang usaha.

Berikut adalah fasilitas atau fitur yang tersedia untuk mesin tipe F1

Spesifikasi :

  • Standalone, Mempunyai memori sendiri di mesin sehingga bisa berfungsi sendiri tanpa harus dihubungkan ke komputer. Data absensi akan tersimpan dan bisa didownload kapan saja ke komputer untuk diproses dan dicetak datanya.
  • Mesin TFT Layar Touch Screen LCD 3 inchFull Colour
  • Scheduled Bell, USB Disk dan 6 Function Key
  • Infrared Kamera untuk mendeteksi wajah meskipun dalam kondisi gelap.
  • Kapasitas : 200 Wajah, 10.000 Kartu
  • Kapasitas Log: 100.000 Transaksi
  • Jenis Komunikasi PC : UTP Cable (Jaringan), USB Cable, FlashDisk
  • Waktu respon: <= 1 detik
  • Jenis Matching: 1:N

Segera hubungi team marketing kami di : 021-58901514 atau dapat juga menghubungi kami di : salesmesinabsensi

Kelebihan Mesin Absensi Sidik Jari dari Mesin Absensi Manual biasa

Kelebihan Mesin Absensi Sidik Jari dari Mesin Absensi Manual biasa

Kelebihan Mesin Absensi Sidik Jari dari Mesin Absensi Manual biasa

Kelebihan Mesin Absensi Sidik Jari dari Mesin Absensi Manual biasa, Dewasa ini dunia karir baik dari pemerintah mau pun swasta menuntut para staff nya untuk lebih disiplin dan lebih kredible dalam office hours daylies nya. Suatu tugas penting dan tantangan tersendiri tentunya bagi Manager Human Resources Development untuk menertibkan dan mengupayakan kestabilan dan peningkatan kedisiplinan serta kinerja staff-staff nya.

Nah salah satu hal terpenting dalam hal kedisiplinan adalah absen. yah banyak karyawan yang titip absen.
Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Untuk pertanyaan kenapa, mengapa dan sebagainya, mari sejenak luangkan waktu anda untuk membaca perbandingan mesin absensi sidik jari dengan mesin absensi manual.

1. Ketidak jujuran karyawan
Hal yang paling sering terjadi adalah banyak karyawan yang TA atau Titip absen jika menggunakan sistem manual,
Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Jawaban yang mungkin bisa ditebak dengan gampang, yaitu menitipkan kartu absen ke rekan kerja.

Namun kejadian diatas tidak akan mungkin terjadi jika perusahaan/instansi anda mengunakan Mesin Absensi Sidik Jari sebagai mesin absen, karena hampir mustahil seseorang mampu memanipulasi sidik jari.

2. Keakuratan pencatatan waktu karyawan
Jika menggunakan mesin absensi manual Pencetak waktu dapat diset atau reset manual, sehingga mungkin dapat menjadi tidak akurat, beda halnya jika menggunakan mesin absensi sidik jari. data akan sangat akurat karena data akan segara disimpan ke komputer setelah karyawan absen.

3. Otomatisasi sistem pelaporan dan integrasi dengan sistem informasi kepegawaian
Mesin absensi manual Harus dilakukan secara manual, kemungkinan kesalahan penyalinan data dari kartu absensi cukup besar, beda halnya dengan mesin absensi sidik jari, Otomatis dan integrasi ke sistem kepegawaian Selalu dapat dilakukan otomatisasi pelaporan, menggunakan sistem yang terintegrasi.

Sumber :adipedia.com

http://mesin-absensi.net/

mengenal jenis – jenis biometric pada mesin absensi

mengenal jenis – jenis biometric pada mesin absensi

Penggunaan teknologi biometric pada mesin absensi sudah sering kita jumpai, namun sering kali kita belum paham betul akan jenis-jenis dari biometric yang biasa atau dapat di gunakan pada mesin absensi. dengan mengenal jenis – jenis biometric pada mesin absensi ini kita dapat dengan pasti memilih mesin absensi sesuai dengan kebutuhan kita. sehingga tidak salah dalam membeli atau memilih mesin absensi yang di butuhkan.

Biometrics adalah salah satu teknologi yang dewasa ini makin meningkat intensitas pemanfaatan maupun penelitiannya. Definisi biometrics cukup beragam. Mengacu pada kamus Merriam-Webster[1],  Biometrics didefinisikan sebagai berikut “the measurement and analysis of unique physical or behavioral characteristics (as fingerprint or voice patterns) especially as a means of verifying personal identity”.  Adapun teknologi biometrics didefinisikan sebagai berikut“Biometric technologies” are automated methods of verifying or recognizing the identity of a living person based on a physiological or behavioral characteristics[2][3] Dari kedua definisi ini dapat disimpulkan bahwa:

  1. Data masukan pada sebuah sistem biometrics terdiri dari dua kategori: karakteristik fisis dan karakteristik perilaku seseorang
  2. Tujuan dari pemakaian biometrics adalah untuk mengenali identitas personal seseorang berdasarkan ciri biometrics yang dimiliki orang tersebut
  3. proses verifikasi atau recognition dilakukan secara otomatis yaitu lewat komputer. Teknik laboratorium forensik seperti latent fingerprint, analisa rambut dan DNA tidak termasuk dalam kategori teknologi biometrics
  4. Sasaran identifikasi adalah manusia yang masih hidup. Karena itu pemakaian metode yang sama untuk identifikasi selain manusia yang masih hidup seperti buah dan sayur, tidak termasuk dalam definisi biometrics.

Dalam dokumen ini dibahas beberapa jenis karakteristik fisik yang lazim dipakai dalam sebuah sistem biometrics.

Biometric Identifier

  1. Wajah
    Pemakaian wajah dalam biometrics sangat alami, karena umumnya manusia mengenali seseorang berdasarkan ciri wajah.  Karakteristik pemakaian wajah dalam biometrics system memiliki ciri antara lain sebagai berikut [4]:

    1. Mampu dikenali dari jarak yang relatif lebih jauh dibandingkan biometrics yang lain
    2. Tidak ada keharusan memakaikan satu piranti kepada orang yang akan diambil data wajah.

    Akan tetapi pemakaian wajah dalam biometrics juga memiliki kelemahan antara lain

    1. Sulit mengidentifikasikan orang kembar
    2. Sangat dipengaruhi oleh iluminasi, perubahan wajah karena usia
    3. Timbulnya masalah perlindungan privasi  saat dipakai  di wilayah publik, karena publik langsung mengenali identitas orang tersebut
  2. Iris
    Tekstur iris manusia berasal dari proses chaotic morphogenetic selama perkembangan embrio, dan memiliki ciri yang mampu dipakai untuk identifikasi seseorang. Pemakaian iris dalam biometrics system memiliki ciri khas  sbb. [4]

    1. Akurasi tinggi
    2. Tidak memerlukan kontak dalam pengambilan data
    3. Tidak mudah dipalsukan
    4. Informasi iris relatif stabil, sehingga tidak diperlukan registrasi ulang

    Evaluasi terhadap performa Iris untuk biometrics terakhir diselenggarakan pada tahun 2006. Kompetisi yang dinamakan ICE 2006 (Iris Challenge Evaluation) oleh The National Institute of Standards and Technology (NIST) [5]. Algoritma yang diujikan berasal dari tiga vendor Sagem-Iridian, Iritech, dan Cambridge. Sampel yang diujikan sebanyak 59,558 (29,056 iris mata kanan dan 30,502 iris mata kiri) dari 240 subjects dengan 30 partisi untuk tiap mata. Hasil terbaik dicapai oleh Sagem-Iridian, dengan median FRR 0.012 pada FAR 0.001 [6] .

  3. Suara (voice)
    Sistem biometrics yang memanfaatkan suara memiliki kelebihan bahwa perekaman suara seseorang tidak menyolok. Sistem biometrik yang berdasarkan suara juga satu-satunya yang dapat dipakai untuk proses pengenalan lewat telpon. Pengolahan suara dilakukan dengan melakukan ekstraksi fitur memakai berbagai metode seperti Fast Fourier Transform (FFT), Cepstrum. Selanjutnya proses matching dilakukan memakai berbagai metode statistik seperti Hidden Markov Model (HMM) atau Dynamic Programming (DP).  Tetapi kualitas suara seseorang sangat dipengaruhi oleh microphone, karakteristik digitizer, kesehatan, stress, emosi seseorang. Selain itu suara seseorang dapat ditirukan oleh orang lain [4]. Faktor-faktor ini yang menyebabkan suara tidak tepat apabila dimanfaatkan dalam biometrics.
  4. Deoxyribo Nucleic Acid (DNA)
    Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) adalah data berdimensi satu, yang terdiri dari sekuens basa Adenin (A), Thiamin (T), Guanin (G), dan Cytosin (C). DNA tersimpan dalam nukleus sel, terdiri dari sekitar 3 milyar basa tersebar dalam 46 kromosom. DNA merupakan informasi yang sangat akurat sebagai alat identifikasi seseorang, tetapi memiliki beberapa kelemahan, antara lain [4]:

    1. kontaminasi & sensitifitas, yaitu mudah untuk mencuri DNA seseorang yang sebenarnya tidak bersalah, tetapi kemudian dapat dimanfaatkan untuk tujuan yang tidak dikehendaki
    2. memerlukan proses kimia dan keterlibatan seorang ahli untuk mengekstrak karakteristik DNA  seseorang, sehingga tidak dapat untuk sebuah automatic real-time system.
    3. masalah privasi; dari kode genetik seseorang dapat diketahui kecenderungan seseorang mudah tidaknya terkena sebuah penyakit, dan hal ini berpotensi untuk disalahgunakan, misalnya diskriminasi.
  5. Sidik Jari (Fingerprint)
    Berbagai peninggalan purbakala memperlihatkan bahwa sejak dahulu, telah diketahui bahwa sidik jari yang dimiliki seseorang berbeda dengan orang lain. Di beberapa batu terpahat pola sidik jari yang berusia ribuan tahun sebelum Masehi. Tetapi,  kajian ilmiah mengenai inividuality dari biometrics baru dilakukan pertamakali pada abad 16.  Publikasi ilmiah tertua tercatat dilakukan oleh Nehemiah Grew, pada tahun 1684, yang membahas secara sistematis struktur sidik jari, meliputi ridge, furrow dan pore.  Pada tahun 1880, Henry Fauld  menyampaikan presentasi ilmiah yang membahas mengenai keunikan sidik jari berdasarkan observasi secara empiris. Sedangkan Sir Francis Galton pada tahun 1892 memperkenalkan minutiae sebagai dasar untuk melakukan proses matching.Sebuah sidik jari dapat direpresentasikan dengan berbagai cara, misalnya citra, minutiae, dan sebagainya. Agar dapat dipakai dalam proses matching, representasi sebuah fingerprint tersebut harus memenuhi dua syarat [7]:

    1. saliency
      sidik jari harus memiliki informasi yang cukup memadai sehingga dapat dipakai untuk membedakan sidik jari seseorang dengan yang lain.
    2. suitability
      sidik jari harus mudah diekstrak, compact, sehingga dapat disimpan untuk proses matching.

    Pola sidik jari dapat dibagi menjadi tiga: loop, whorl dan arch. Pola loop paling banyak, yaitu sekitar 65%, whorl sekitar 30% dan arch sekitar 5%.  Dari pola sidik jari tsb. Informasi yang diperlukan dapat diperoleh dengan mengekstrak minutiae.  Arti minutiae adalah detail kecil. Minutiae pada sidik jari adalah titik dimana sebuah ridge (bukit) diskontinu (putus). The American National Standards Institute (ANSI) pada tahun 1986 mengusulkan taksonomi berdasarkan 4 kelas: terminations,bifurcations, trifurcations (atau crossovers) dan undetermined. Berbeda dengan ANSI, FBI menetapkan model koordinat minutiae hanya berdasarkan termination dan bifurcations, yaitu tiap minutia dinotasikasikan berdasarkan classkoordinat x dan y, dan sudut yang dibentuk oleh garis ridge dan sumbu horizontal pada titik minutia tersebut [7].

    Dalam proses matching, untuk menyatakan bahwa dua buah sidik jari berasal dari jari yang sama harus dipenuhi syarat-syarat sbb.

    1. kesesuaian konfigurasi pola global antara kedua buah sidik jari
    2. kesesuaian kualitatif (qualitative concordance), yaitu minutiae yang bersesuaian harus identik.
    3. faktor kuantitatif, yaitu banyaknya minutiae bersesuaian yang ditemukan harus memenuhi syarat minimal (guideline forensik di AS mensyaratkan minimal 12 minutiae)
    4. detail minute yang bersesuaian harus identik

sumber : http://asnugroho.wordpress.com/2010/04/19/sekilas-mengenai-biometrics/

http://www.lockheedmartin.com/