Pengaruh Mesin Absensi Terhadap Kedisiplinan Karyawan/Pegawai

Perusahaan atau instansi pemerintah adalah tempat dimana para karyawan/pegawai melakukan aktifitas setiap harinya dengan tugas dan tanggung jawahnya sebagai roda perusahaan atau aparatur pemerintahan. Setiap perusahaan/instansi pemerintah demi terwujudnya lingkungan kerja yang efektif dan harmonis harus memperhatikan segala struktur organisasnya untuk meningkatnya suatu kinerja organisasinya. Oleh karena itu untuk mencapai cita-cita perusahaan/instansi dalam meningkatkan dan menjaga kestabilan dari kinerja organisasinya maka diperlukannya alternatif-alternatif yang mendukung dalam segi pengawasan terhadap kedisiplinan para karyawan/pegawainya.

Kinerja perusahan menurut pendapat dari Anwar Prabu Mangkunegara (2001, h. 67), bahwa “kinerja perusahaan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai yang disiplin dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung  jawab yang diberikan kepadanya”. Sedangkan menurut berbagai penelitian berupa hasil kesimpulan dari tesis menyatakan bahwa untuk dapat menghasilkan suatu kinerja perusahaan yang baik, seorang pegawai dituntut untuk mempunyai disiplin yang tinggi. Kinerja perusahaan/instansi bisa dikatakan baik dan sukses bila didukung dengan tingkat kedisiplinan karyawannya dalam bekerja serta manajemen yang baik terhadap organisasinya. Manajemen yang selalu memperhatikan kedisiplinan organisasinya akan meningkatkan kinerja suatu perusahaan/instansi.

Seorang pegawai disebut berdisiplin tinggi bila dia memiliki sikap, mental dan perbuatan  yang taat  pada aturan-aturan yang ditetapkan oleh perusahaan/instansi dimana mereka bekerja. Oleh karena itulah agar setiap karyawan di  perusahaan/instansi pemerintah dapat disiplin dalam bekerja, harus dimulai dari mendisiplinkan karyawan untuk selalu hadir ke kantor dengan tepat waktu sesuai jadwalnya karena dengan begitu aktivitas perusahaan tidak akan terbengkalai dan dapat menghambat tercapainya tujuan perusahaan. Kehadiran karyawan tersebut agar dapat disiplin, tidak lepas dengan di terapkannya system absensi yang dapat diandalkan yaitu dengan bantuan dari mesin absensi sidik jari yang menuntut kehadiran karyawan secara interaktif dan objektif. Sehingga dengan adanya mesin absensi sidik jari, tingkat kedisiplinan karyawan untuk hadir tepat waktu dapat terwujud.

Negara Indonesia dulu sebelum adanya mesin absensi dengan basis sidik jari ini dikenal dengan karyawan yang suka memakai “jam karet” (tidak tepat waktu) dan juga sering melakukan kecurangan untuk tidak hadir dalam jadwal kerjanya dengan mengandalkan “titip absen”. Lebih parahnya lagi hal semacam itu dijadikan budaya oleh sebagian besar karyawan yang malas. Sebenarnya penyebab karyawan/pegawai dari suatu perusahaan/intansi pemerintahan memiliki budaya seperti itu dikarenakan kurangnya penerapan tentang kedisiplinan sejak mereka menimba ilmu di sekolah atau universitas. Berdasarkan dari berbagai analisa dari suatu penelitian yang dilakukakan oleh perkumpulan Human Resource Development (HRD) dari berbagai perusahaan besar yang ada di negara ini, menyatakan bahwa penerapan kedisiplinan terhadap pegawai dengan menggunakan mesin absensi sidik jari sangatlah berpengaruh besar terhadap peningkatan kedisplinan kerja setiap karyawan untuk hadir tepat waktu ke kantor. Menggunakannya mesin absensi berbasis penindaian sidik jari ini merupakan suatu tindakan yang tepat dan benar dalam membangun suatu kinerja perusahaan yang baik, karena disiplin kerja pegawai merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan untuk mendapatkan kinerja perusahaan yang baik dan mencapai tujuan bisnisnya. Tanpa adanya mesin absensi sidik jari, akan mustahil untuk dapat menigkatkan kinerja perusahaan yang dilihat dari sudut pandang tingkat kedisiplinan karyawan.

Sumber : http://www.indonesia.galleryfootball.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *