Cilegon, BCO – Alat khusus untuk absensi sidik jari (Finger Scan) di lingkungan Balai Kota CIlegon, yang dipasang di pintu masuk menuju ruang kerja walikota, tepatnya dekat ruang jaga Satpol PP mengalami masalah (error).
Dari pantauan BCO pada Selasa (8/5/12), alat untuk absensi sidik jari tersebut memang sudah tidak terpasang di tempat semula. Hal tersebut karena pihak operator dan bagian umum Setda Kota Cilegon sudah mencopotnya untuk diadakan perbaikan. Padahal, alat khusus tersebut baru dipasang dan dioperasikan pada Selasa (1/5/12).
Saat dikonfirmasi oleh BCO, Oma, dari bagian umum Setda Kota Cilegon, orang yang bertugas sebagai operator alat tersebut membenarkan hal tersebut, bahwa alat tersebut memang dicopot untuk sementara waktu, terhitungsejak hari Jum’at sore (4/5). Oma juga menjelaskan bahwa secara teknis perangkat keras alat tersebut tidak mengalami kerusakan, hanya saja perangkat lunaknya atau program yang mengalami masalah. “Alat ini tidak rusak mas, hanya saja programnya error,” kata Oma, sambil menunjukkan alat tersebut.
Saat ditanya penyebabnya, Oma mengaku hal tersebut dikarenakan adanya perubahan nomor unit identitas absensi. Setelah diperiksa secara seksama, ternyata permasalahan berada pada angka nomor urut identitas absensi. “Semestinya nomor urut identitas absen dimulai dari tiga digit, sementara sebelumnya dimulai dari satu digit, itu yang membuat error,” terang Oma.
Lebih jauh Oma menjelaskan bahwa dirinya bukan mekanik alat tersebut, dirinya hanya operator atas program sidik jari, salah satu tugasnya adalah menginput data absensi pegawai.
“Sementara ini kami harus menginput atau memasukkan data ulang absensi peagawai di lingkungan Setda sebanyak 253 pegawai, sampai saat ini alhamdulilah input ulang dan perekaman sidik jari sudah selesai, dan alat akan dipasang dan dioperasikan Kamis besok (10/5),” kata Oma.
Masih kata Oma, agar lebih efektif bahwa alat absensi sidik jari dilingkungan Setda akan ditambahkan dan dipasang dua alat absensi sidik jari lagi. “Selama ini satu alat tidak efektif karena terlalu banyak antri,” tegas Oma.(*)
Penulis : Juki San
Sumber : www.beritacilegon.com