Mengatur Disiplin Karyawan

Mengatur Disiplin Karyawan

Mengatur disiplin karyawan, untuk sebuah perusahaan atau instansi pemerintah tentu akan mempunyai banyak pegawai yang perlu dikontrol kedatangannya setiap dari dengan metode absensi yang beragam misalnya saja dengan Mesin absensi sidik jari. Tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi paling efektif untuk mengetahui kehadiran seseorang akan sangat diperlukan terlebih jika perusahaan maupun instansi pemerintah tersebut menginginkan situasi kerja yang lebih disiplin dan kondusif untuk mendapatkan hasil yang maksimal baik dalam mengejar target perusahaan maupun memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Dengan adanya banyak orang yang mendatangi sebuah tempat untuk bekerja, hal ini berarti bahwa adalah hal yang akan sulit dilakukan untuk memastikan bahwa setiap pegawai datang tepat waktu untuk mengejakan tugas harian yang mereka emban sebagai pegawai. Ada begitu banyak nama yang terdaftar dalam daftar pegawai perusahaan misalnya dan perusahaan perlu memastikan bahwa daftar nama tersebut sesuai dengan hasil dan pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk belanja pegawai tentunya. Profesionalitas dan pencapaian perusahaan tentu akan sangat dipengaruhi bahkan oleh seorang pegawai yang absen tetapi tidak terekam dalam laporan absensi pegawai.

Model absensi lama dengan kartu apalagi dengan tanda tangan ternyata bukan pilhan efektif untuk mengontrol kehadiran pegawai misalnya karena ada banyak kecurangan yang bisa dilakukan pegawai untuk memastikan dirinya datang secara absensi meskipun secara fisik ia tidak ada di kantor. Oleh karena itu, metode yang meminimalisir peluang tindak kecurangan terhadao absensi sangat diperlukan agar kinerja pegawai bisa sesuai dengan yang diharapkan agar performa perusahaan bisa berjalan dengan baik. Teknologi terbaru yang mampu memberikan solusi untuk permasalahan pelik yang dapat ditemui di berbagai kantor perusahaan dan instansi pemerintah adalam Mesin absensi sidik jari. Mesin ini menggunakan kekhasan sidik jari manusia yang tidak ada duanya di dunia. Sidik jari seseorang mempunyai jalinan pola yang khas yang tidak mungkin ditemui pada jari orang lain meskipun mereka kembar sekalipun. Kekhasan ini dapat digunakan untuk menghindarkan pegawai nakal yang ingin mendapatkan hak tanpa melakukan kewajiban sebagai pegawai.

Cara kerja mesin ini sebenarnya cukup sederhana karena kerja secara keseluruhan ditangani oleh komputer. Sebelum mesin ini dapat digunakan untuk merekam kehadiran pegawai, sidik jari seluruh pegawai perlu dikumpulkan dan sidik jari yang didata boleh lebih dari satu. Seluruh pengumpulan data sidik jari tersebut akan tersimpan dalam database komputer. Pada prakteknya, pegawai akan meletakkan jari di atas mesin dan layar akan merekam sidik jari yang ada dan kemudian akan disimpan dalam database. Mesin absensi sidik jari kemudian akan merekam setiap pegawai yang melakukan absensi setiap harinya dan komputer akan mencocokkan sidik jari tersebut dengan sidik jari yang ada pada database komputer.

Sumber :

http://www.mesinabsensitissor.com/mesin-absensi-sidik-jari-bagaimana-cara-kerjanya/

http://intisari-online.com/

www.mesinabsensi.co.id

Sekolah Sudah Mulai Menggunakan Absensi Wajah

Sekolah Sudah Mulai Menggunakan Absensi Wajah

Saat ini Sekolah sudah mulai menggunakan Absensi Wajah, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Palembang telah menggunakan absensi dengan teknologi sensor deteksi wajah dan mata. Setelah 1 minggu pengenalan, absen ini sekarang sudah digunakan sebagai absen para guru dan pegawai MAN 3 Palembang, di mana absen tersebut diletakkan di ruangan waka sarana dan prasarana yang dilengkapi CCTV sebagai media control saat guru dan pegawai mengabsen.

Sebanyak 68 guru dan pegawai telah didata didalam mesin absensi ini, walaupun masih ada guru atau pegawai yang belum di data karna belum menemui tim admin MAN 3 Plg.

Prinsip kerja absensi ini sangatlah muda, guru dan pegawai yang telah didata oleh mesin absensi hanya menunjukkan wajahnya di depan mesin absensi, lalu mesin absensi mendeteksi wajah dan mata guru atau pegawai. Jika wajahnya terdeteksi mesin akan memberikan pemberitahuan guru dan pegawai tersebut sudah melaksanakan absensi.

Absensi ini dipandang sangat praktis, karena guru dan pegawai hanya butuh waktu sekitar 1 – 2 detik saja untuk melakukan absensi. Absen ini dibuka pagi hari pada pukul 06.00 – 09.00 wib dan sere hari pada pukul 14.00 – 16.00 wib, jika guru dan pegawai didak mengabsen sesuai renge yang ditentukan, maka mereka dianggap tidak hadir.

Kepala Madrasah Dr H Ahmad Zainuri MPdI, Rabu (16/5) mengharapkan, dengan memberlakukan absensi seperti ini, guru dan pegawai tidak akan dapat protes lagi mengenai kehadiran di sekolah, dan data absen ini sangatlah akurat, sesuai waktu pengabsenan. Namun beliau masih memberikan soialisasi selama 1 bulan untuk menggunakan absen ini. “Semoga absen ini berjalan dengna tertib dan aman,” harap Zainuri. (bst)

 

Sumber : http://www.infotec.co.id/news-9.html

www.mesinabsensi.co.id

 

Mesin Kunci Sidik Jari Innovation L5000

Mesin Kunci Sidik Jari Innovation L5000

 

Mesin Kunci Sidik Jari Innovation L5000

l5000

Mesin Kunci Sidik Jari Innovation L5000 Didesain dalam bentuk yang elegan, kokoh dan ramping, kunci sidik jari Innovation L5000 merupakan salah satu produk unggulan dalam bidang keamanan dan akses kontrol. Cukup dengan sekali sentuh, Innovation L5000 dapat mendeteksi pengguna yang telah didaftarkan sehingga memudahkan akses ke dalam ruangan. Kunci ini salah satu kunci terkemuka yang mengadopsi algoritma identifikasi sidik jari dan keselamatan peringkat tinggi. Innovation L5000 ini mampu mengunci otomatis ketika pintu ditutup dan menggunakan baterai 4XAA sehingga memudahkan dalam pemasangan pintu. Selain itu, fitur utama yang menjadikan Innovation L5000 sebagai produk unggulan adalah teknologi penyimpanan data transaksi di dalam Innovation L5000 ini, sehingga pemilik kunci dapat dengan mudah mengetahui data akses karyawan ataupun pengguna lainnya dengan menggunakan Flash Disk untuk penarikan datanya.

spesifikasi

  • Tiga Metode PEnguncian : Sidik Jari, Pin & Kunci Manual.
  • Kapasitas : 500 Sidik Jari ,100 Password ,30.000 Transaksi
  • Menngunakan ID NO sehingga mudah untuk pendaftaran dan perghapusan data.
  • Level Master : Bertugas untuk mendaftarkan dan menghapus sidik jari user.
  • Peringatan Jika Baterai akan habis
  • Sensor terbaik
  • Metode Komunikasi :  USB Flash Disk
  • Dimensi : 310 x 72 x 35 mm

Segera hubungi : 021-58901514 / 021-82563117 atau sales@mesinabsensi.co.id

atau kunjungi website kami : http://www.mesinabsensi.co.id/

Mengatasi masalah Mesin Absensi No more Space

Mengatasi masalah Mesin Absensi No more Space

Mengatasi masalah Mesin Absensi No more Space, Kita tidak menginginkan masalah ditengah berjalanya proses penggunaan mesin absen atau software absensi, namun hal ini tidak bisa kita hindari mengingat produk ini termasuk barang digital elektronik yang di buat oleh manusia, yang tentu saja pasti ada kelemahan. Berikut ini kami simpulkan berbagai permasalahan dan penanganan masalah kerusakaan absensi sidik jari pada umumnya.

1. Identifikasi Sensor Lambat 
Absensi stand alone mempunyai batasan kapasitas jari dan record transaksi yang akan berpengaruh pada sistem mesin, semakin banyak data tersimpan semakin lama pula proses identifikasi sidik jari. Apabila dibiarkan dalam kondisi tersebut hingga muncul peringatan “No more Space” bisa berakibat mesin Hang dan scan transaksi tidak diterima. Silahkan memanajemen data secara berkala dengan mendownload dan melakukan penghapusan.

2. Hang Macet
Dikarenakan penyimpanan data, Hardware troble atau Adaptor rusak bisa mengakibatkan hang atau macet. Untuk penanganan hal tersebut bisa dengan mendownload semua data kemudian menghapusnya. Bisa juga dengan merestart mesin (mematikan mesin dan menghdupkan kembali). Dan apabila kondisi masih sama, bisa dengan mereset/inisialisasi mesin. Apabila masih berlanjut silahkan menghubungi Tim teknis Service Center Produk Fingerspot terdekat.

3. Tidak Menerima Scan
Ada beberapa penyebab masalah tidak diterimanya scan karyawan. Kasus tidak menerima scan bisa seluruh karyawan atau sebagian silahkan mencoba memeriksa kondisi mesin sebagai berikut:

a. Keadaan permukaan sensor, jika kondisi permukaan sudah buram maka bersihkanlah dengan selotip bening. Dan apabila ada goresan pada permukaan sensor silahkan mengganti kaca sensor dengan mengirimkan unit ke service center.

b. Periksa data karyawan dan sidik jari. Apabila semua data tidak terbaca atau kosong, ada kemungkinan data karyawan tidak sengaja terhapus. Silahkan mengupload sidik jari dan data karyawan dari software absensi untuk menangani masalah tersebut..

c. No more Space, Peringatan error ini dikarenakan data mesin penuh sehingga perlu pengahpusan data presensi. Sebelum menghapus pastikan semua data pada fingerprint sudah di download.

4. Jam dan Tanggal Tidak Sesuai
Periksa menu pengaturan date time pada mesin, kemudian rubah nilai waktu. Atau bisa juga dengan sistem sinkronisasi waktu. Apabila pada hari berikutnya jam dan tanggal kembali tidak sesuai. kerusakaan tersebut bisa dikarenakan batery c-mos. Anda bisa mengirimkan unit tersebut ke Service center untuk penggantian batery.

5. Tidak Bisa Terkoneksi dengan Komputer
Masalah koneksi dengan mesin sering dialami saat pertama kali pengaturan, namun dimungkinkan juga alasan yang lain. Untuk pertama, silahkan periksa kabel jaringan pastikan sudah terkoneksi. Kemudian pengaturan IP Mesin dan IP Komputer yang digunakan, pn astikan satu kelas dengan. Secara default beberapa mesin menggunakan 192.168.1.201 da192.168.0.218. Dan bila keadaan ini masih sama ada kemungkinan kerusakaan dari hardwaren port TCP/IP

Kembali lagi, unit absensi sidik jari merupakan produk elektronik. Sedang elektronik banyak memungkinan kerusakan secara mendadak karena korosi walaupun bergaransi seumur hidup sekalipun. Sebagai catatan akhir, setiap semua kerusakaan pada akhirnya akan dibutuhkan seorang tim teknis ahli untuk menangani kerusakaan tersebut. Dikarenakan hal tersebut maka dibutuhkan service center. Jadi pastikan produk yang anda gunakan mempunyai service center yang jelas seperti Fingerspot yang merupakan Brand Produk Biometrik.

Sumber : http://sidik-jari.com

Kunci Sidik Jari Innovation L5000

Innovation L5000

Kunci Sidik Jari Innovation L5000

Didesain dalam bentuk yang elegan, kokoh dan ramping, kunci sidik jari Innovation L5000 merupakan salah satu produk unggulan dalam bidang keamanan dan akses kontrol. Cukup dengan sekali sentuh, Innovation L5000 dapat mendeteksi pengguna yang telah didaftarkan sehingga memudahkan akses ke dalam ruangan. Kunci ini salah satu kunci terkemuka yang mengadopsi algoritma identifikasi sidik jari dan keselamatan peringkat tinggi. Innovation L5000 ini mampu mengunci otomatis ketika pintu ditutup dan menggunakan baterai 4XAA sehingga memudahkan dalam pemasangan pintu. Selain itu, fitur utama yang menjadikan Innovation L5000 sebagai produk unggulan adalah teknologi penyimpanan data transaksi di dalam Innovation L5000 ini, sehingga pemilik kunci dapat dengan mudah mengetahui data akses karyawan ataupun pengguna lainnya dengan menggunakan Flash Disk untuk penarikan datanya.

 

Innovation Door Lock L5000
Tiga Metode Penguncian : Sidik Jari, Pin & Kunci Manual.
Kapasitas : 500 Sidik Jari ,100 Password ,30.000 Transaksi
Menngunakan ID NO sehingga mudah untuk pendaftaran dan perghapusan data.
Level Master : Bertugas untuk mendaftarkan dan menghapus sidik jari user.
Peringatan Jika Baterai akan habis
Sensor terbaik
Metode Komunikasi : USB Flash Disk
Dimensi : 310 x 72 x 35 mm

 

Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk Anda Ketika Di Kantor

sumber gambar : http://static.ciputraentrepreneurship.com/thumbs/akhlis/lazy-corporate-employee.jpg
Cara menghilangkan kebiasaan buruk anda di kantor, Cobalah anda untuk mengingat kembali, ketika anda tengah bekerja di kantor, apakah anda memiliki kebiasaan buruk seperti mengeluarkan kata-kata kasar atau pun sumpah serapah misalnya? Atau anda sering menunda pekerjaan anda yang memang merupakan tanggung jawab anda lalu anda mengerjakannya dengan menggunakan system ngebut menjelang deadline, atau anda memiliki kebiasaan bermain game ? Demi kelangsungan karir anda, sebaiknya anda sesegera mungkin untuk meninggalkan kebiasaan anda yang buruk tersebut, sebelum anda benar-benar dikeluarkan oleh atasan anda dari perusahaan tersebut. Anda bisa mencoba untuk menghilangkan kebiasaan tersebut dengan menggunakan beberapa cara di bawah ini.

1. Berkata kasar atau melontarkan sumpah serapah

Ketika anda melampiaskan perkataan kasar anda kepada orang lain apalagi kepada rekan kerja anda, maupun kepada benda mati ataupuh hal lainnya ketika anda berada di kantor, maka hal tersebut dapat mencerminkan diri anda yang sebenarnya. Apapun yang anda ucapkan, maka itulah diri anda, tentunya anda tidak ingin bukan merusak nama baik anda ketika anda berada di kantor apalagi ketika berada di depan rekan kerja anda bahkan didepan partner bisnis anda dengan kebiasaan buruk yang anda miliki ini. Dan anda juga harus mengingatkan, saat ini anda tengah bekerja pada salah satu perusahaan, maka oleh karena iu anda juga akan membawa nama besar perusahaan.

Ketika hal tersebut kerap terjadi, sebaiknya anda menanamkan pada diri anda kesadaran bahwa perkataan yang kasar bukanlah suatu hal yang baik atau pun cool di dunia kerja, mungkin reputasi serta profesionalisme yang anda miliki akan dipertanyakan. Jika terjadi kesalahan yang sama, yang memang dapat membuat anda kesal, sebaiknya anda jangan melampiaskannya dengan berkata kasar, namun cobalah anda untuk menarik napas anda, dan setelah itu tahan dan kemudian keluarkan secara perlahan. Hal tersebut akan mengerem kebiasaan buruk anda dalam berkata-kata kasar.

2. Anda menunda-nunda pekerjaan

Kerap anda menunda pekerjaan anda, dan ketika itu anda hanya membuka berbagai situs media social, ataupun sekedar bergosip dengan rekan kerja anda, atau pun hanya melakukan kegiatan lainnya yang pada dasarnya memang tidak berhubungan dengan pekerjaan anda. Dan ketika deadline semakin dekat, barulah anda mulai panic serta memulai untuk mengerjakan tugas-tugas anda yang sempat tertunda. Dan akibatnya tugas yang telah anda selesaikan tidak menghasilakn hasil yang optimal, bahkan pekerjaan anda sering tak terselesaikan.

Ketika anda melakukan hal tersebut yang memang telah menjadi kebiasaan anda dalam bekerja, anda harus mengetahui terlebih dahulu konsekuensi dari kebiasaan tersebut. Tentunya anda tahu bahwa setiap pegawai selalu dinilai oleh atasan berdasarkan kedisiplinan serta kemampuanya guna menyelesaikan setiap tuugas serta pekerjaan yang dikerjakan oleh sejumlah karyawannya.

Jika kebiasaan tersebut terus anda lakukan, tidak akan menutup kemungkinan bahwa anda akan dikeluarkan dari perusahaan tersebut.

3. Bermain games ketika jam bekerja

Apakah anda memiliki banyak waktu luang ketika anda berada di kantor? Mungkin bisa saja anda menghabiskan waktu dengan chatting, ataupun bermain games online. Kebiasaan tersbeut tentunya akan menurunkan produktivitas anda dalam bekerja. Mungkin anda berpikir, “tidak ada salahnya, hanya sebentar.” Namun kenyataan yang memang kerap terjadi, anda akan terus menerus bermain game hingga lupa waktu sampai anda melupakan tugas anda sebagai seorang karyawan. Maka tidak akan heran lagi jika ada diantaranya perusahaan yang memang memilki aturan keras kalo setiap pegawainya dilarang untuk bermain games selama jal kerja.

Dan sebaiknya anda dapat menghilangkan kebiasaan anda yang satu ini, jika anda masih ingin berkarir di tempat anda bekerja saat ini. Anda cukup meng-uninstall semua games yang memang ada di dalam computer anda. Anda harus tetap mengingat tugas pertama anda sebagai seorang karyawan, yaitu dengan menyelesaikan tugas-tugas kantor anda yang memang telah menjadi tanggung jawab anda. Dan jika anda tetap ingin bermain games, sebaiknya anda bermain ketika jam istirahat, dan jika sudah memasuki jam efektif bekerja, sebaiknya anda mengakgiri permainan games anda.

sumber : http://indojobhunter.com/

Absen Cara Baru, Lewat Pembuluh Darah

TEMPO.CONusa Dua, Bali – Proses absensi telah mengalami evolusi, mulai dari tanda tangan, gesek kartu karyawan, pindai barcode, sidik jari, hingga retina mata. Fujitsu memperkenalkan teknologi yang berbeda ke Indonesia, yaitu absen Cara Baru, Lewat Pembuluh Darah otentifikasi melalui pembuluh darah vena, PalmSecure.

“PalmSecure memindai jalur pembuluh darah vena yang sifatnya unik untuk setiap orang,” ujar Yusak Yuswanto Yohannes, Product Manager Emerging Products Infrastructure Services and Solution Fujitsu dalam media gathering Fujitsu Jumat, 7 Desember 2012 di Nusa Dua, Bali.

Teknologi otentifikasi ini memiliki beberapa kelebihan dibanding pindai sidik jari. Yusak menyatakan ada riset yang menyebutkan bahwa dua persen orang memiliki sidik jari yang lembut sehingga sulit dibaca alat pemindai. “Selain itu sudah ada beberapa cara untuk mengakali mesin pemindai sidik jari, bahkan lewat bahan permen gummy bear,” katanya.

Dengan sistem sidik jari pengguna juga harus mengingat tekanan yang ia berikan pada alat pemindai saat pertama kali meregistrasi, karena tekanan yang berbeda akan memberikan citraan yang tidak sama pada alat.

Sementara itu mekanisme kartu beresiko hilang, dan pindai retina meskipun akurat harga perangkatnya jauh lebih mahal dan proses pemindaian memakan waktu cukup lama.

Tempo sempat mencicipi penggunaan teknologi pemindai pembuluh darah ini. Sensor alat ini cukup kecil, seukuran perangko, dan tebalnya hanya beberapa milimeter. Sensor ini diletakkan di bawah sandaran telapak tangan yang akan menembakkan sinar infra merah ketika telapak tangan diletakkan melayang di atas sensor.

Infra merah ini akan dipantulkan kembali ke sensor dan komputer akan mencocokkan dengan data yang telah diregistasi. Seluruh proses ini memakan waktu sekitar satu hingga dua detik.

Tidak hanya untuk melakukan absensi, teknologi otentifikasi ini juga dapat digunakan sebagai pengganti password pada login komputer dan juga enkripsi data, seperti yang telah diterapkan Fujitsu untuk laptop kelas enterprise yang beredar di Jepang. Bahkan bank asal Brazil, Bradesco, menggunakan teknologi ini pada mesin ATMnya sebagai pengganti PIN.

Fujitsu Indonesia akan mulai gencar memasarkan teknologi ini ke Indonesia pada tahun depan. “Teknologi ini potensial digunakan oleh perusahaan finansial dan juga manufaktur,” ujar Yusak.

Untuk mengembangkan potensi teknologi ini, Fujitsu Indonesia juga menyelenggarakan Fujitsu Innovation Challenge- Palm Secure. Ini adalah sayembara membuat aplikasi yang menggunakan teknologi ini untuk para mahasiswa. Sayembara ini digelar dalam dua periode mulai Januari tahun depan.

Pemenang sayembara ini mendapat kesempatan mengunjungi fasilitas Riset dan Pengembangan atau produksi Fujitsu, serta kerja sama pemasaran aplikasi atau kontrak kerja di Fujitsu Indonesia.

Sumber : http://www.tempo.com

http://cdn-media.viva.co.id/

Mesin Absensi Menggunakan Wajah

Mesin Absensi Menggunakan Wajah

Mesin Absensi menggunakan Wajah dan Kartu Tipe Innovation F1 merupakan mesin absensi wajah dan kartu RFID. Seringkali mesin absensi sidik jari mempunyai kelemahan tidak bisa memverifikasi jari karyawan apabila jari karyawan itu terluka, kotor ataupun berminyak. Kini Hadir Produk Generasi Terbaru Dari Innovation , dengan mengutamakan keakurasian dan kecepatan bertransaksi, mesin absensi Innovation F1 dengan teknologi verifikasi wajah terbaik , tercepat dan terakurat di Indonesia. Lalu dibantu dengan Fitur RFID Card yang dapat berfungsi juga sebagai Kartu Identitas selain sebagai alat absensi.

Semua kelemahan mesin absensi sidik jari yaitu sensor rusak, absensi berulang kali, jari sering kotor dan berminyak, yang mengakibatkan proses absensi terganggu, kini sudah teratasi dengan mudah oleh Mesin Absensi menggunakan Wajah  Innovation F1 ini. Lebih cepat, lebih akurat, lebih higienis, Innovation F1 menjawab tantangan dengan solusi yang tepat. Cocok untuk digunakan di semua bidang usaha.

Berikut adalah fasilitas atau fitur yang tersedia untuk mesin tipe F1

Spesifikasi :

  • Standalone, Mempunyai memori sendiri di mesin sehingga bisa berfungsi sendiri tanpa harus dihubungkan ke komputer. Data absensi akan tersimpan dan bisa didownload kapan saja ke komputer untuk diproses dan dicetak datanya.
  • Mesin TFT Layar Touch Screen LCD 3 inchFull Colour
  • Scheduled Bell, USB Disk dan 6 Function Key
  • Infrared Kamera untuk mendeteksi wajah meskipun dalam kondisi gelap.
  • Kapasitas : 200 Wajah, 10.000 Kartu
  • Kapasitas Log: 100.000 Transaksi
  • Jenis Komunikasi PC : UTP Cable (Jaringan), USB Cable, FlashDisk
  • Waktu respon: <= 1 detik
  • Jenis Matching: 1:N

Segera hubungi team marketing kami di : 021-58901514 atau dapat juga menghubungi kami di : salesmesinabsensi

Kelebihan Mesin Absensi Sidik Jari dari Mesin Absensi Manual biasa

Kelebihan Mesin Absensi Sidik Jari dari Mesin Absensi Manual biasa

Kelebihan Mesin Absensi Sidik Jari dari Mesin Absensi Manual biasa

Kelebihan Mesin Absensi Sidik Jari dari Mesin Absensi Manual biasa, Dewasa ini dunia karir baik dari pemerintah mau pun swasta menuntut para staff nya untuk lebih disiplin dan lebih kredible dalam office hours daylies nya. Suatu tugas penting dan tantangan tersendiri tentunya bagi Manager Human Resources Development untuk menertibkan dan mengupayakan kestabilan dan peningkatan kedisiplinan serta kinerja staff-staff nya.

Nah salah satu hal terpenting dalam hal kedisiplinan adalah absen. yah banyak karyawan yang titip absen.
Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Untuk pertanyaan kenapa, mengapa dan sebagainya, mari sejenak luangkan waktu anda untuk membaca perbandingan mesin absensi sidik jari dengan mesin absensi manual.

1. Ketidak jujuran karyawan
Hal yang paling sering terjadi adalah banyak karyawan yang TA atau Titip absen jika menggunakan sistem manual,
Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Jawaban yang mungkin bisa ditebak dengan gampang, yaitu menitipkan kartu absen ke rekan kerja.

Namun kejadian diatas tidak akan mungkin terjadi jika perusahaan/instansi anda mengunakan Mesin Absensi Sidik Jari sebagai mesin absen, karena hampir mustahil seseorang mampu memanipulasi sidik jari.

2. Keakuratan pencatatan waktu karyawan
Jika menggunakan mesin absensi manual Pencetak waktu dapat diset atau reset manual, sehingga mungkin dapat menjadi tidak akurat, beda halnya jika menggunakan mesin absensi sidik jari. data akan sangat akurat karena data akan segara disimpan ke komputer setelah karyawan absen.

3. Otomatisasi sistem pelaporan dan integrasi dengan sistem informasi kepegawaian
Mesin absensi manual Harus dilakukan secara manual, kemungkinan kesalahan penyalinan data dari kartu absensi cukup besar, beda halnya dengan mesin absensi sidik jari, Otomatis dan integrasi ke sistem kepegawaian Selalu dapat dilakukan otomatisasi pelaporan, menggunakan sistem yang terintegrasi.

Sumber :adipedia.com

http://mesin-absensi.net/

mengenal jenis – jenis biometric pada mesin absensi

mengenal jenis – jenis biometric pada mesin absensi

Penggunaan teknologi biometric pada mesin absensi sudah sering kita jumpai, namun sering kali kita belum paham betul akan jenis-jenis dari biometric yang biasa atau dapat di gunakan pada mesin absensi. dengan mengenal jenis – jenis biometric pada mesin absensi ini kita dapat dengan pasti memilih mesin absensi sesuai dengan kebutuhan kita. sehingga tidak salah dalam membeli atau memilih mesin absensi yang di butuhkan.

Biometrics adalah salah satu teknologi yang dewasa ini makin meningkat intensitas pemanfaatan maupun penelitiannya. Definisi biometrics cukup beragam. Mengacu pada kamus Merriam-Webster[1],  Biometrics didefinisikan sebagai berikut “the measurement and analysis of unique physical or behavioral characteristics (as fingerprint or voice patterns) especially as a means of verifying personal identity”.  Adapun teknologi biometrics didefinisikan sebagai berikut“Biometric technologies” are automated methods of verifying or recognizing the identity of a living person based on a physiological or behavioral characteristics[2][3] Dari kedua definisi ini dapat disimpulkan bahwa:

  1. Data masukan pada sebuah sistem biometrics terdiri dari dua kategori: karakteristik fisis dan karakteristik perilaku seseorang
  2. Tujuan dari pemakaian biometrics adalah untuk mengenali identitas personal seseorang berdasarkan ciri biometrics yang dimiliki orang tersebut
  3. proses verifikasi atau recognition dilakukan secara otomatis yaitu lewat komputer. Teknik laboratorium forensik seperti latent fingerprint, analisa rambut dan DNA tidak termasuk dalam kategori teknologi biometrics
  4. Sasaran identifikasi adalah manusia yang masih hidup. Karena itu pemakaian metode yang sama untuk identifikasi selain manusia yang masih hidup seperti buah dan sayur, tidak termasuk dalam definisi biometrics.

Dalam dokumen ini dibahas beberapa jenis karakteristik fisik yang lazim dipakai dalam sebuah sistem biometrics.

Biometric Identifier

  1. Wajah
    Pemakaian wajah dalam biometrics sangat alami, karena umumnya manusia mengenali seseorang berdasarkan ciri wajah.  Karakteristik pemakaian wajah dalam biometrics system memiliki ciri antara lain sebagai berikut [4]:

    1. Mampu dikenali dari jarak yang relatif lebih jauh dibandingkan biometrics yang lain
    2. Tidak ada keharusan memakaikan satu piranti kepada orang yang akan diambil data wajah.

    Akan tetapi pemakaian wajah dalam biometrics juga memiliki kelemahan antara lain

    1. Sulit mengidentifikasikan orang kembar
    2. Sangat dipengaruhi oleh iluminasi, perubahan wajah karena usia
    3. Timbulnya masalah perlindungan privasi  saat dipakai  di wilayah publik, karena publik langsung mengenali identitas orang tersebut
  2. Iris
    Tekstur iris manusia berasal dari proses chaotic morphogenetic selama perkembangan embrio, dan memiliki ciri yang mampu dipakai untuk identifikasi seseorang. Pemakaian iris dalam biometrics system memiliki ciri khas  sbb. [4]

    1. Akurasi tinggi
    2. Tidak memerlukan kontak dalam pengambilan data
    3. Tidak mudah dipalsukan
    4. Informasi iris relatif stabil, sehingga tidak diperlukan registrasi ulang

    Evaluasi terhadap performa Iris untuk biometrics terakhir diselenggarakan pada tahun 2006. Kompetisi yang dinamakan ICE 2006 (Iris Challenge Evaluation) oleh The National Institute of Standards and Technology (NIST) [5]. Algoritma yang diujikan berasal dari tiga vendor Sagem-Iridian, Iritech, dan Cambridge. Sampel yang diujikan sebanyak 59,558 (29,056 iris mata kanan dan 30,502 iris mata kiri) dari 240 subjects dengan 30 partisi untuk tiap mata. Hasil terbaik dicapai oleh Sagem-Iridian, dengan median FRR 0.012 pada FAR 0.001 [6] .

  3. Suara (voice)
    Sistem biometrics yang memanfaatkan suara memiliki kelebihan bahwa perekaman suara seseorang tidak menyolok. Sistem biometrik yang berdasarkan suara juga satu-satunya yang dapat dipakai untuk proses pengenalan lewat telpon. Pengolahan suara dilakukan dengan melakukan ekstraksi fitur memakai berbagai metode seperti Fast Fourier Transform (FFT), Cepstrum. Selanjutnya proses matching dilakukan memakai berbagai metode statistik seperti Hidden Markov Model (HMM) atau Dynamic Programming (DP).  Tetapi kualitas suara seseorang sangat dipengaruhi oleh microphone, karakteristik digitizer, kesehatan, stress, emosi seseorang. Selain itu suara seseorang dapat ditirukan oleh orang lain [4]. Faktor-faktor ini yang menyebabkan suara tidak tepat apabila dimanfaatkan dalam biometrics.
  4. Deoxyribo Nucleic Acid (DNA)
    Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) adalah data berdimensi satu, yang terdiri dari sekuens basa Adenin (A), Thiamin (T), Guanin (G), dan Cytosin (C). DNA tersimpan dalam nukleus sel, terdiri dari sekitar 3 milyar basa tersebar dalam 46 kromosom. DNA merupakan informasi yang sangat akurat sebagai alat identifikasi seseorang, tetapi memiliki beberapa kelemahan, antara lain [4]:

    1. kontaminasi & sensitifitas, yaitu mudah untuk mencuri DNA seseorang yang sebenarnya tidak bersalah, tetapi kemudian dapat dimanfaatkan untuk tujuan yang tidak dikehendaki
    2. memerlukan proses kimia dan keterlibatan seorang ahli untuk mengekstrak karakteristik DNA  seseorang, sehingga tidak dapat untuk sebuah automatic real-time system.
    3. masalah privasi; dari kode genetik seseorang dapat diketahui kecenderungan seseorang mudah tidaknya terkena sebuah penyakit, dan hal ini berpotensi untuk disalahgunakan, misalnya diskriminasi.
  5. Sidik Jari (Fingerprint)
    Berbagai peninggalan purbakala memperlihatkan bahwa sejak dahulu, telah diketahui bahwa sidik jari yang dimiliki seseorang berbeda dengan orang lain. Di beberapa batu terpahat pola sidik jari yang berusia ribuan tahun sebelum Masehi. Tetapi,  kajian ilmiah mengenai inividuality dari biometrics baru dilakukan pertamakali pada abad 16.  Publikasi ilmiah tertua tercatat dilakukan oleh Nehemiah Grew, pada tahun 1684, yang membahas secara sistematis struktur sidik jari, meliputi ridge, furrow dan pore.  Pada tahun 1880, Henry Fauld  menyampaikan presentasi ilmiah yang membahas mengenai keunikan sidik jari berdasarkan observasi secara empiris. Sedangkan Sir Francis Galton pada tahun 1892 memperkenalkan minutiae sebagai dasar untuk melakukan proses matching.Sebuah sidik jari dapat direpresentasikan dengan berbagai cara, misalnya citra, minutiae, dan sebagainya. Agar dapat dipakai dalam proses matching, representasi sebuah fingerprint tersebut harus memenuhi dua syarat [7]:

    1. saliency
      sidik jari harus memiliki informasi yang cukup memadai sehingga dapat dipakai untuk membedakan sidik jari seseorang dengan yang lain.
    2. suitability
      sidik jari harus mudah diekstrak, compact, sehingga dapat disimpan untuk proses matching.

    Pola sidik jari dapat dibagi menjadi tiga: loop, whorl dan arch. Pola loop paling banyak, yaitu sekitar 65%, whorl sekitar 30% dan arch sekitar 5%.  Dari pola sidik jari tsb. Informasi yang diperlukan dapat diperoleh dengan mengekstrak minutiae.  Arti minutiae adalah detail kecil. Minutiae pada sidik jari adalah titik dimana sebuah ridge (bukit) diskontinu (putus). The American National Standards Institute (ANSI) pada tahun 1986 mengusulkan taksonomi berdasarkan 4 kelas: terminations,bifurcations, trifurcations (atau crossovers) dan undetermined. Berbeda dengan ANSI, FBI menetapkan model koordinat minutiae hanya berdasarkan termination dan bifurcations, yaitu tiap minutia dinotasikasikan berdasarkan classkoordinat x dan y, dan sudut yang dibentuk oleh garis ridge dan sumbu horizontal pada titik minutia tersebut [7].

    Dalam proses matching, untuk menyatakan bahwa dua buah sidik jari berasal dari jari yang sama harus dipenuhi syarat-syarat sbb.

    1. kesesuaian konfigurasi pola global antara kedua buah sidik jari
    2. kesesuaian kualitatif (qualitative concordance), yaitu minutiae yang bersesuaian harus identik.
    3. faktor kuantitatif, yaitu banyaknya minutiae bersesuaian yang ditemukan harus memenuhi syarat minimal (guideline forensik di AS mensyaratkan minimal 12 minutiae)
    4. detail minute yang bersesuaian harus identik

sumber : http://asnugroho.wordpress.com/2010/04/19/sekilas-mengenai-biometrics/

http://www.lockheedmartin.com/