Jokowi: Bu Dokter Serius Ingin Jadi Camat?

oleh Luqman Rimadi
Posted: 25/06/2013 20:49
Jokowi: Bu Dokter Serius Ingin Jadi Camat?

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Liputan6.com, Jakarta : Lelang jabatan lurah dan camat yang dilakukan Jokowi tidak hanya menarik minat kalangan birokrat saja. Seleksi dan promosi terbuka di jajaran Pemprov DKI Jakarta ini ternyata juga diminati oleh kalangan PNS Kesehatan.

Salah satu dokter yang ikut lelang jabatan ini adalah Kepala Puskesmas Grogol, Jakarta Barat, Novita. Saat mengikuti dengar pendapat bersama, Novita diminta Gubernur Jokowi untuk memaparkan alasaannya mengikuti lelang jabatan ini.

“Ibu ini dokter kan? Bu dokter, Ibu ini serius nggak sih? Kenapa kok mau jadi camat?,” tanya Jokowi yang bernama asli Joko Widodo itu. Pertanyaan Jokowi disambut tawa para hadirin yang mayoritas merupakan calon camat dan lurah.

Mendapat pertanyaan dari Gubernur DKI Jakarta, Novita dengan polos langsung menjawab. Dia mengaku ikut bersaing dengan para PNS birokrat memperebutkan posisi camat karena ingin meningkatkan karirnya. “Ya saya mau tingkatkan karir saya sebagai PNS, itu salah satunya,” ujar Novita.

Jika nantinya terpilih sebagai camat, dia ingin menjadikan kecamatan yang dipimpin mendapatkan penghargaan ISO layaknya sebuah perusahaan. Sebab, selama menjadi Kepala Puskesmas, Novita sanggup membawa puskesmas yang dia pimpin mendapatkan penghargaan tersebut.

“Ketika saya menjadi Kepala Puskesmas, saya bisa membuat puskesmas saya mendapatkan ISO, kenapa kecamatan tidak bisa. Saya yakin bisa,” ujar Novita.

Novita ingin menjadi penggerak untuk menegakkan disiplin di kalangan pegawai. Baginya, pelayanan publik yang prima berawal dari disiplin para PNS. Karena itu, dia ingin mengubah metode absen, yang tadinya menggunakan mesin absensi dengan sidik jari, diganti dengan mesin absensi retina mata.

“Disiplin pegawai itu penting. Itu jadi nilai tambah. Seperti yang sudah saya lakukan di Puskesmas. Saya pakai retina mata untuk absensi. Jadi, ketahuan siapa yang telat, yang malas masuk,” tutur Novita.

Mendengar penjelasan itu, Jokowi kemudian menyuruh Novita kembali ke tempat duduknya. Namun sebelum itu, Jokowi bertanya kepada Plt Sekda Wiriyatmoko, apakah sebelumnya sudah ada camat bergelar dokter atau belum.

“Sebelumnya ada apa tidak camat dari dokter? Atau lurah dari dokter, kalau tidak ada, mungkin tahun ini ada,” ujar Jokowi disambut tepuk tangan para calon camat dan lurah.

Novita, Bu dokter berjilbab itu, tampak tersenyum sumringah mendengar ucapan Jokowi dan mendapatkan sambutan yang meriah dari para pesaingnya, sesama calon camat. (Eks)

Sumber : http://news.liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *