SIDIK JARI – Direktur RSUD Pandan dr Rikardo Situmeang menggunakan absensi sidik jari yang mulai diterapkan di rumah sakit itu, Senin (14/1).
TAPTENG– RSUD Pandan Tapteng terus berbenah. Selain peningkatan mutu dan jenis pelayanan, juga soal disiplin pegawainya. Kini rumah sakit milik Pemkab Tapteng itu telah menerapkan absensi dengan sidik jari, berkamera pengawas di beberapa titik, dan menerapkan sistim barcode di apotik.
“Selain efisiensi dan penghematan, absensi sidik jari ini juga mendorong disiplin pegawai. Jadi, mulai sekarang pegawai yang absen, terlambat datang atau yang terlalu cepat pulang tidak bisa lagi dimanipulasi. Pasti ketahuan,” tukas Direktur RSUD Pandan dr Rikardo Situmeang, Senin (14/1).
Soal kamera pengawas, sambung dr Rikardo, merupakan media pemantau situasi dan kondisi di areal rumah sakit. “Kamera pengawas terpasang di beberapa sudut. Layarnya di ruangan saya. Itu agar saya bisa memantau keadaan,” tukas dokter muda energik yang digadang-gadang menjadi calon Bupati Tapanuli Utara itu.
Sementara sistim barcode di apotik, masih dr Rikardo, merupakan solusi efisieensi kerja. Barcode yang tertera pada tiap bandrol yang dilekatkan di kemasan obat. “Dengan sisitim barcode ini langsung terdeteksi harga dan jenis obatnya. Tidak bisa dimanipulasi,” tukasnya.
Setiap hari, ada 35-45 pasien opname masuk ke rumah sakit tersebut. Dengan fasilitas yang disediakan sebanyak 70 tempat tidur. “Pembenahan secara bertahap ini semata-mata demi meningkatkan kualitas pelayanan, sesuai dengan motto kami 3S (senyum, sapa dan sentuh),” pungkasnya. (mor/nasa)
Sumber : METRO SIANTAR




