Absensi Sidik Jari (Finger Print)

Dalam rangka peningkatan disiplin pegawai dan tunjangan sertifikasi serta mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, SMK Negeri 1 Ampelgading memberlakukan absensi melalui mesin absen Sidik Jari (finger Print). Absensi sidik jari ini sudah dipasang dari tahun 2009. Dan Absensi manual tetap digunakan secara bersamaan.

Mesin absensi sidik jarii ini dipasang di Loby utama Kantor SMK N 1 Ampelgading. Setiap pegawai mengabsen dengan cara menempelkan salah satu jari tangan di alat elektrik. Mesin sidik jari ini akan menampilkan Nomor, Nama Pegawai yang bersangkutan dan waktu kehadiran.

Setiap pegawai wajib melakukan absen dengan batas waktu yang telah ditentukan yaitu paling lambat pukul 07.00 Wib. pada saat masuk kantor dan pada saat pulang kantor pukul 14.00 Wib. untuk hari Senin sampai dengan Jum’at. Sedangkan pada hari pulang jam 13.15 Wib.

Pada awal penerapan absensi menggunakan mesin sidik jari ini para pegawai kelihatan belum familiar sehingga perlu waktu beberapa kali melakukan absensi sebelum dinyatakan berhasil namun secara umum proses ini berjalan dengan lancar.
Manfaat dari finger print ini adalah untuk meningkatkan disiplin kerja guru serta menghindari praktek manipulasi absensi. Penerapan absen sidik jari ini sudah dilakukan evaluasi beberapa kali. Bila ada pegawai yang melanggar akan dikenai sanksi . Menggunakan hasil pembacaan identifikasi sidik jari untuk absensi merupakan suatu pilihan tepat dibanding lainnya.

Beberapa alasan factor sidik jari menjadi opsi terbaik untuk diaplikasikan dalam sebuah sistem absensi:

1. Kenyamanan
Dimulai dari registrasi yang simple, karyawan tidak perlu repot membawa kartu karyawan maupun kertas atau kartu. Setiap karyawan tidak akan lupa membawa alat absensinya atau jari yang telah diregistrasi, cukup menaruh jari kita tepat diatas sensor.

2. Keamanan
Menggunakan sidik jari tingkat keamanan sangat tinggi dari hasil pembacaan pengguna yang berbeda-beda atau unik. Pengguna tidak bisa saling menitipkan absensi seperti yang dilakukan ketika kita menggunakan mesin pin, kartu, tanda tangan, dan mesin amino.

3. Efektifitas waktu
Perubahan kehadiran guru terjadi ketika sekolah menggunakan absensi fingerprint. Karyawan akan datang lebih tepat waktu atau bahkan lebih pagi dari hari biasanya. Selain itu, sistem data dapat terpusat dalam satu server. Walau diluar kota tanpa menunggu terlalu lama karena dalam pembuatan laporan kita tidak perlu merekap manual satu per satu. Dengan factor ini kita bisa meningkatkan produktifitas berdasarkan kedisiplinan.

4. Efisiensi biaya
Mengefisiensi biaya perawatan, pemakaian sehingga dapat mengefisiensi pengeluaran lainnya.
Dengan beberapa faktor tersebut mesin absensi sidik jari jauh lebih sesuai untuk SMK N 1 Ampelgading.

Sumber : www.smkn-ampelgading.sch.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *