Absen Sidik Jari Dewan Gagal

2901 main fingerprint dewan5

salah satu dewan saat melakukan absen fingerprint. foto:Centroone/Suryanto

Surabaya – Penerapan absensi sidik jari oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD Surabaya sepertinya tidak akan lagi berlanjut. Setelah banyak ditentang anggota dewan yang merasa jika kerja mereka bukan seperti perusahaan tapi justru bekerja karena pengabdian, kini mesin sidik jari itu bahkan sudah tidak ada lagi di tempatnya.

Menurut informasi mesin yang pengadaannya diakui Ketua BK Agus Santoso dengan uang pribadinya sebesar Rp3 juta itu dicopot dengan alasan akan diperbaiki sesuai garansi yang ada. Agus Santoso mengatakan akan kembali memasang alat itu kembali jika sudah diperbaiki. Namun sampai awal 2012 ini pun, mesin absensi sidik jari itu juga belum terlihat kembali terpasang.

Penerapan absen sidik jari ini sendiri bisa dibilang gagal. Pasalnya saat pertama kali diberlakukan, jelang akhir 2011, hanya beberapa anggota saja yang mau melakukan absensi sidik jari. Itu pun tidak berhasil, karena data anggota itu belum masuk dalam database mesin absensi

Menanggapi belum dipasangnya absensi sidik jari tersebut, Beberapa anggota dewan mengaku senang, karena kerja mereka tak lagi berdasar absensi, tapi karena panggilan atau pengabdiannya.

“Untuk apa ada mesin itu, wong kita sudah mencoba tapi malah tak ada datanya. Kalau begini siapa yang salah, ingin memberlakukan aturan, namun malah tak siap sendiri. Kini mesin itu sudah tak ada,” kata Rusli Yusuf dari Fraksi Demokrat.

Oleh:Windhi A-editor:YL.antama.putra

Sumber : http://www.centroone.com

 

 

Efektifitas dan Efisiensi Penerapan Absensi Sidik Jari

sidikjariKita ciptakan dan dianugrahkan 2 tangan dan 2 kaki oleh Tuhan Yang Maha Pencipta. Tiap jari-jari dan tangan kaki manusia  pasti memiliki kontour garis-garis yang unik dan khas yang kita kenal dengan sebutan sidik jari. Sidik jari atau Fingerprint merupakan garis-garis horizontal dan vertical atau kombinasi keduanya dan juga bentuk oval lengkungan-lengkungan. Setiap kita pasti memiliki sidik jari yang berbeda dan tidak ada yang sama walau pun pada pasangan kembar identik sekalipun. Maka, lahir lah ide briliant untuk menggunakan sidik jari sebagai sarana identifikasi. Seperti hal nya pada waktu kita memproses pembuatan SIM atau tren saat ini yaitu Program E-KTP, kita juga akan di minta sidik jari dalam pendataan nya.

Nah, karena keunikannya, melalui kemajuan ilmu dan teknologi sidik jari saat ini dikembangkan untuk mendata kehadiran seseorang di sebuah kantor, sekolah bahkan rumah pribadi. Dengan mesin absensi sidik jari maka kemungkinan terjadinya kecurangan penitipan absen kehadiran ataupun manipulasi data dapat diminimalkan.

Mengapa menggunakan Identifikasi Sidik Jari untuk Absen?

Logo handFaktor berikut ini adalah beberapa keunggulan mesin absensi sidik jari :

– Tidak ada lagi istilah “titip absensi”
– Tidak ada lagi ‘lupa membawa kartu absen”
– Pengaturan jadwal yang akurat sehingga karyawan tidak bisa lagi   memanipulasi jam kerja
– Karena menggunakan software aplikasi sehingga tidak perlu lagi    rekap manual (langsung cetak)
– Nyaman, mudah dan cepat pengoperasiannya
– Harga sangat terjangkau di bandingkan dengan absen manual

Keunggulan akses pintu deteksi sidik jari/wajah :
– Praktis tidak perlu membawa kunci
– Tanpa kunci manual maka tidak ada kunci yang dipinjamkan ke orang yang tidak berhak masuk

– Pembatasan jam akses keluar masuk ke ruangan per orang

– Pencatatan aktivitas keluar masuk per orang

– Mempermudah pengawasan dan deteksi pengakses pintu

– Level keamanan dan kenyamanan yang tinggi

Sehingga akan berdampak kefektifitasan pada :

–   Karyawan lebih tepat waktu

–   Mendukung peningkatan produktivitas

–   Tidak mungkin lupa, hilang atau tertinggal

–   Tidak perlu password dalam mesin absen sidik jari

–   Tidak Perlu Kunci atau kartu

Dan akan berdampak pada nilai efisiensi dalam :

–   Mengurangi pekerjaan administrative secara manual

–   Pendaftaran yang cepat dan simple

–   Print out laporan absen detail dan terperinci

–   Menghemat dan meminimalisir penggunaan kertas amano, kartu dll

Berdasarkan survey Kevin Young dari PC Magazine pada tahun 2000, hampir 85% teknologi biometrik yang digunakan adalah sidik jari. Fingerspot  sebagai Best Brand Fingerprint turut andil dalam pemanfaatan teknologi sidik jari sebagai absensi. Berbagai series absensi dengan fitur berbeda telah didistribusikan guna memberikan solusi bagi berbagai jenis instansi.

Sumber : http://absensijarimurah.wordpress.com

Kelebihan Absensi Biometrik Fingerprint Dibandingkan Dengan Absensi Manual

Salah satu kunci keberhasilan suatu perusahaan adalah bergantung pada kinerja sumber daya manusia yang secara langsung atau tidak langsung memberi kontribusi pada perusahaan, yang meliputi pemangku kepentingan eksternal (stake holders) dan kepentingan internal (karyawan) yang dimiliki oleh perusahan. Untuk memperoleh kinerja optimal dari keberadaan karyawan dalam perusahaan maka perusahaan perlu menetapkan strategi yang tepat, yaitu dengan memikirkan bagaimana mengelola karyawan agar mau mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Strategi tersebut hendaknya merupakan strategi yang berorientasi pada tujuan yaitu dengan menyamakan persepsi antara tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh karyawan yang bekerja pada perusahaan tersebut.

Kepentingan tujuan perusahaan dan kepentingan tujuan karyawan tidak dapat dipisah-pisahkan karena berada dalam satu kesatuan kebersamaan yang utuh. Namun, acap terjadi kesenjangan (gap) antara tujuan dan harapan karyawan terhadap perusahaan, dengan realitas yang ada. Hal tersebut seringkali menimbulkan masalah-masalah SDM. Adanya masalah-masalah SDM tersebut  akan mempengaruhi kinerja karyawan di dalam perusahaan yang bersangkutan. Dalam upaya mencapai effesiensi kerja faktor kehadiran (absensi) karyawan merupakan hal yang cukup penting, apalagi berhubungan dengan produksi, penggajian, prestasi kerja, dll.

Pada alat pencatatan absensi karyawan yang konvensional memerlukan banyak intervensi pegawai bagian administrasi kepegawaian (SDM/ human resources management ) maupun kejujuran karyawan. Hal ini dimungkinkan adanya manipulasi data kehadiran apabila pengawasan yang kontinyu pada proses ini tidak dilakukan semestinya. Dengan sistem absensi berbasis biometriks (sidik jari) proses pengambilan informasi kehadiran karyawan menjadi hampir 100% akurat karena didasarkan sidik jari masing-masing serta proses pencatatan dan pelaporannya menjadi otomatis oleh software khusus. Kesalahan maupun manipulasi catatan dapat dihilangkan karena intervensi pegawai administrasi menjadi minimal.

Informasi yang akurat merefleksikan kondisi yang sebenarnya menjadi landasan untuk pengambilan keputusan serta kebijakan untuk kemajuan suatu instansi/lembaga. Pencatatan absensi karyawan merupakan salah satu faktor penting dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM / human resources management). Informasi yang mendalam dan terperinci mengenai kehadiran seorang karyawan dapat menentukan prestasi kerja seseorang, gaji / upah, produktivitas, atau kemajuan instansi/lembaga secara umum. Pada alat pencatatan absensi karyawan yang konvensional memerlukan banyak intervensi pegawai bagian administrasi SDM maupun kejujuran karyawan yang sedang dicatat kehadirannya. Hal ini sering memberikan peluang adanya manipulasi data kehadiran apabila pengawasan yang kontinyu pada proses ini tidak dilakukan semestinya. Proses pencatatan dan pelaporan kehadiran karyawan merupakan proses yang repetitif (berulang).

Karyawan datang pada waktu tertentu dan mengambil kartu absensi dari rak kartu, kemudian memasukkan kartu tersebut ke dalam mesin pencetak waktu dan tanggal pada kartu tersebut. Selanjutnya menyimpannya kembali dirak kartu. Setiap periode tertentu pegawai administrasi mengambil kartu-kartu absensi tersebut dan mentabulasikan data-data absensi tersebut dalam spreadsheet dikomputer dan menyimpan kembali kartu-kartu tersebut pada rak ditempatnya masing-masing. Prosedur tersebut diulang-ulang terus menerus tanpa banyak perubahan. Pengulangan prosedur pencatatan absensi dan pelaporan pengupahan tersebut sebenarnya sangat cocok untuk menggunakan proses terotomatisasi seluruhnya oleh komputer.

Untuk mengatasi hal tersebut di atas maka dikembangkanlah teknologi biometrik yang memiliki keunggulan sifat  tidak dapat dihilangkan, dilupakan atau dipindahkan dari satu orang ke orang lain, juga sulit ditiru atau dipalsukan.Dengan adanya sistem pencatatan dan pelaporan berbasis biomatriks (sidik jari) pengulangan tadi dapat sebagian besar dilakukan oleh komputer. Proses pengambilan informasi kehadiran karyawan menjadi hampir 100% akurat karena didasarkan sidik jari masing-masing serta

proses pencatatan dan pelaporannya menjadi otomatis oleh software khusus. Kesalahan maupun manipulasi catatan dapat dihilangkan karena intervensi pegawai administrasi menjadi minimal

Dari permasalahan yang ada maka dilakukan perbandingan – perbandingan antara lain:

No Faktor kelemahan Kartu absensi dan pencetak waktunya(1) Magnetic tape reader / bar code reader(2) Finger print scanner & software absensi & pengupahan(3)
1. Ketidakjujuran karyawan via “buddy punching?(teman sekerja yang mencatatkan kehadiran) Seringkali terjadi.Kartu absensi digunakan bersama-sama Dapat terjadi.Kartu magnetik dapat digunakan bersama-sama Tidak mungkin terjadi. Sidik jari tidak dapat digunakan oleh rekan sekerjanya yang lain.
2. Manipulasi atau hilangnya kartu absensi Mungkin terjadi Kartu absensi dapat dipertukarkan antar rekan sekerja Mungkin terjadiKartu magnetik dapat dipertukarkan antar rekan sekerja Tidak mungkin terjadi Tidak menggunakan kartu absensi, sidik jari seseorang selalu unik (tidak ada yang sama).Dapat menggunakan lebih dari 1 jari sebagai identifikasi
3. Kesalahan/ ketidakakuratan pencatatan waktu kerja karyawan Kurang akurat.Pencetak waktu dapat diset atau reset manual, sehingga mungkin dapat menjadi tidak akurat AkuratPencatatan waktu menggunakan komputer, sangat akurat Akurat Pencatatan waktu menggunakan komputer, sangat akurat
4. Otomatisasi sistem pelaporan dan integrasi dengan sistem informasi kepegawaian Secara manual Hrs dilakukan secara manual, kemungkinan kesalahan penyalinan data dari kartu absensi cukup besar Dapat secara otomatisMungkin dapat diintegrasikan dengan sistem terkomputerisasi. Otomatis dan integrasi ke sistem kepegawaian Selalu dapat dilakukan otomatisasi pelaporan, menggunakan sistem yang terintegrasi.

 

Fitur dan keunggulan sistem

• Solusi lengkap sistem absensi biomatriks, dimana hardware sensor, custom-designed software, dan packaging nya dalam satu paket lengkap.

• Sistem ini sangat mudah digunakan, sensor dapat membaca sidik jari pada sudut apa saja, bahkan terbalik sekalipun. Software driver sensor mampu mengenalinya dengan baik.

• Pengamanan pembacaan sidik jari dari pembacaan sidik jari sebelumnya. Pembacaan bayang-bayang sidik jari dari user sebelumnya dapat tersisa, tapi sistem ini akan menghilangkannya sehingga pembacaan selanjutnya menjadi lebih akurat.

• Link data dari sensor ke Biomatriks Server yang aman. Data dikirim menggunakan link yang terotorisasi secara “challenge-response?. Jadi data yang lain tidak dapat dikirim ulang untuk otorisasi.

• Template sidik jari dan data-data user diproteksi secara internal dengan menggunakan teknik 128-bit enkripsi.

• Gambar image sidik jari tidak disimpan, tapi hanya kalkulasi matematisnya saja. Jadi, identitas masing-masing sidik jari tidak dapat digandakan.

Bidang Teknologi Informasi memang sedang di gandrungi oleh seluruh perusahaan untuk kinerjanya yang sangat mendukung, dalam hal ini perusahaan berharap banyak ketika sebuah pekerjaan yang memakan waktu yang banyak dapat disingkat dengan baik agar efisiensi waktu dapat dilakukan. System komputerisasi sudah digunakan dibeberapa bidang dalam perusahaan contohnya penggajian, persediaan, penjualan dll. Namun ada hal penting yang perlu dibuatkannya system terkomputerisasi yaitu Sistem Absensi. Sistem absensi yang baik sekarang ini ada yang disebut BIOMETRIKS yaitu system absensi menggunakan data dari tubuh manusia baik itu jari, tangan, mata atau suara.Dengan system biometric setiap penggunanya akan dideteksi secara akurat sehingga tidak dapat absensi karyawan diwakilkan. Dan tidak dapat dipungkiri system biomatrik sangat mengambil manfaat lebih banyak dari system yang sudah ada.

Kegunaan sistem biometriks adalah Mengenalkan keamanan database dengan teknologi biometrik sebagai pengganti password dan mengembangkan kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan teknologi biometerik untuk keamanan selain database (sebagai akses kontrol pintu). Sistem absensi biomatriks ini tentunya akan menyelesaikan masalah-masalah klasik pencatatan absensi, yaitu diantaranya buddy punching, kartu yang hilang, pencatatan absensi yang kurang akurat, hingga keamanan informasi. Pada awalnya mungkin system absensi yang menggunakan Teknologi Informasi akan memakan banyak biaya namun demikian jika dilihat manfaat dan jangka waktu yang lama system yang terkomputerisasi dengan TI akan mendapatkan manfaat yang menguntungkan perusahaan. Sistem yang akan dibangun tentunya harus sesuai dengan kebutuhan sehingga pemanfaatannya menjadi tepat guna. Pengembangan lebih lanjut berikut ujicoba yang teliti yang mencakup semua aspek pemakaian sistem ini perlu dilaksanakan sehingga menjadikan sistem yang handal dan sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan.

Sumber : http://absensijarimurah.wordpress.com

Absen Cara Baru, Lewat Pembuluh Darah

TEMPO.CO, Nusa Dua, Bali – Proses absensi telah mengalami evolusi, mulai dari tanda tangan, gesek kartu karyawan, pindai barcode, sidik jari, hingga retina mata. Fujitsu memperkenalkan teknologi yang berbeda ke Indonesia, yaitu otentifikasi melalui pembuluh darah vena, PalmSecure.

“PalmSecure memindai jalur pembuluh darah vena yang sifatnya unik untuk setiap orang,” ujar Yusak Yuswanto Yohannes, Product Manager Emerging Products Infrastructure Services and Solution Fujitsu dalam media gathering Fujitsu Jumat, 7 Desember 2012 di Nusa Dua, Bali.

Teknologi otentifikasi ini memiliki beberapa kelebihan dibanding pindai sidik jari. Yusak menyatakan ada riset yang menyebutkan bahwa dua persen orang memiliki sidik jari yang lembut sehingga sulit dibaca alat pemindai. “Selain itu sudah ada beberapa cara untuk mengakali mesin pemindai sidik jari, bahkan lewat bahan permen gummy bear,” katanya.

Dengan sistem sidik jari pengguna juga harus mengingat tekanan yang ia berikan pada alat pemindai saat pertama kali meregistrasi, karena tekanan yang berbeda akan memberikan citraan yang tidak sama pada alat.

Sementara itu mekanisme kartu beresiko hilang, dan pindai retina meskipun akurat harga perangkatnya jauh lebih mahal dan proses pemindaian memakan waktu cukup lama.

Tempo sempat mencicipi penggunaan teknologi pemindai pembuluh darah ini. Sensor alat ini cukup kecil, seukuran perangko, dan tebalnya hanya beberapa milimeter. Sensor ini diletakkan di bawah sandaran telapak tangan yang akan menembakkan sinar infra merah ketika telapak tangan diletakkan melayang di atas sensor.

Infra merah ini akan dipantulkan kembali ke sensor dan komputer akan mencocokkan dengan data yang telah diregistasi. Seluruh proses ini memakan waktu sekitar satu hingga dua detik.

Tidak hanya untuk melakukan absensi, teknologi otentifikasi ini juga dapat digunakan sebagai pengganti password pada login komputer dan juga enkripsi data, seperti yang telah diterapkan Fujitsu untuk laptop kelas enterprise yang beredar di Jepang. Bahkan bank asal Brazil, Bradesco, menggunakan teknologi ini pada mesin ATMnya sebagai pengganti PIN.

Fujitsu Indonesia akan mulai gencar memasarkan teknologi ini ke Indonesia pada tahun depan. “Teknologi ini potensial digunakan oleh perusahaan finansial dan juga manufaktur,” ujar Yusak.

Untuk mengembangkan potensi teknologi ini, Fujitsu Indonesia juga menyelenggarakan Fujitsu Innovation Challenge- Palm Secure. Ini adalah sayembara membuat aplikasi yang menggunakan teknologi ini untuk para mahasiswa. Sayembara ini digelar dalam dua periode mulai Januari tahun depan.

Pemenang sayembara ini mendapat kesempatan mengunjungi fasilitas Riset dan Pengembangan atau produksi Fujitsu, serta kerja sama pemasaran aplikasi atau kontrak kerja di Fujitsu Indonesia.

Sumber : http://www.tempo.com

Innovation F1 – Mesin Absensi Wajah dan Kartu

Mesin Absensi Wajah, dan Kartu Tipe Innovation F1 merupakan mesin absensi wajah dan kartu RFID. Seringkali mesin absensi sidik jari mempunyai kelemahan tidak bisa memverifikasi jari karyawan apabila jari karyawan itu terluka, kotor ataupun berminyak. Kini Hadir Produk Generasi Terbaru Dari Innovation , dengan mengutamakan keakurasian dan kecepatan bertransaksi, mesin absensi Innovation F1 dengan teknologi verifikasi wajah terbaik , tercepat dan terakurat di Indonesia. Lalu dibantu dengan Fitur RFID Card yang dapat berfungsi juga sebagai Kartu Identitas selain sebagai alat absensi.

Semua kelemahan mesin absensi sidik jari yaitu sensor rusak, absensi berulang kali, jari sering kotor dan berminyak, yang mengakibatkan proses absensi terganggu, kini sudah teratasi dengan mudah oleh Innovation F1 ini. Lebih cepat, lebih akurat, lebih higienis, Innovation F1 menjawab tantangan dengan solusi yang tepat. Cocok untuk digunakan di semua bidang usaha.

Berikut adalah fasilitas atau fitur yang tersedia untuk mesin tipe F1

Spesifikasi :

  • Standalone, Mempunyai memori sendiri di mesin sehingga bisa berfungsi sendiri tanpa harus dihubungkan ke komputer. Data absensi akan tersimpan dan bisa didownload kapan saja ke komputer untuk diproses dan dicetak datanya.
  • Mesin TFT Layar Touch Screen LCD 3 inchFull Colour
  • Scheduled Bell, USB Disk dan 6 Function Key
  • Infrared Kamera untuk mendeteksi wajah meskipun dalam kondisi gelap.
  • Kapasitas : 200 Wajah, 10.000 Kartu
  • Kapasitas Log: 100.000 Transaksi
  • Jenis Komunikasi PC : UTP Cable (Jaringan), USB Cable, FlashDisk
  • Waktu respon: <= 1 detik
  • Jenis Matching: 1:N

Segera hubungi team marketing kami di : 021-58901514 atau dapat juga menghubungi kami di : sales@mesinabsensi.co.id

 

Karyawan KPU Tegakkan Disiplin PNS

Jakarta, kpu.go.id– Tahun baru, suasana baru. Hal itulah yang tergambar di KPU (Komisi Pemilihan Umum) memasuki Tahun Baru 2011. Suasana yang sedikit berbeda tampak di gedung yang terletak di Jl. Imam Bonjol nomor 29, Jakarta Pusat  itu. Gedung yang semula terlihat kusam, kini sudah bercat putih bersih. Logo KPU yang berukuran besar terpampang kokoh, demikian juga dengan pintu gerbang, pagar dan halaman parkir yang telah dilapisi aspal hitam.

Memasuki lantai dasar, terlihat antrean para karyawan/ti Sekretariat Jenderal (Setjen) yang sedang absen di mesin absen handkey. Mereka berusaha mematuhi ketentuan disiplin PNS, yang mengharuskan masuk kerja mulai pukul 07.30 WIB setiap harinya.

Perubahan yang terjadi itu adalah untuk menindaklanjuti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin PNS Jo. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 21 Tahun 2010 Tentang Ketentuan Pelaksanaan PP Nomor 53 tahun 2010, dan Keputusan Presiden (Keppres)  Nomor 68 tahun 1995 Tentang Hari Kerja di lingkungan Lembaga Pemerintah, KPU telah mengeluarkan Peraturan KPU Nomor 56 Tahun 2009 tanggal 21 Agustus 2009 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja KPU, KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota; Peraturan KPU Nomor 4 tahun 2005 Tentang Pakaian Seragam di lingkungan KPU; serta Surat Edaran Ketua KPU Nomor 1372/KPU/VIII/2009 tanggal 21 Agustus 2009 Tentang Penetapan Hari Kerja.

Dalam Peraturan dan Surat Edaran itu, tertuang ketentuan bagi seluruh karyawan/ti di lingkungan Setjen KPU. Pertama, jam kerja setiap hari dimulai pukul 07.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB (kecuali Jumat, sampai pukul 16.30 WIB). Kedua, apel pagi dilaksanakan setiap hari Senin pukul 08.00 WIB. Ketiga, wajib mengenakan seragam KPU Senin-Kamis (Jumat memakai batik). Keempat, olahraga setiap Jumat mulai pukul 07.30. Bagi yang tidak melaksanakan ketentuan tersebut, akan dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.

Apel Pagi

Setiap Senin pukul 08.00 WIB, seluruh karyawan/ti diwajibkan untuk mengikuti apel pagi. Apel dilaksanakan di halaman parkir Gedung KPU, dengan inspektur upacaranya adalah Kepala Biro atau Wakil Kepala Biro dari setiap Biro dan Inspektorat Setjen KPU secara bergilir. Selain untuk menerapkan nilai-nilai kedisiplinan, apel pagi digunakan sebagai sarana untuk memberikan informasi maupun evaluasi kegiatan Biro yang bersangkutan.

Olahraga Pagi

Olahraga dilakukan setiap Jumat pukul 07.30 pagi. Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan karyawan/ti KPU, baik kesehatan jasmani maupun rohani. Dengan mengenakan pakaian olahraga lengkap, Anggota KPU, Sekjen Suripto Bambang Setyadi, Wasekjen Asrudi Trijono; dan jajaran staf sangat antusias mengikuti gerakan-gerakan yang diperagakan oleh para instruktur.

Dengan kegiatan olahraga ini, diharapkan stamina dan kebugaran fisik dan psikis para karyawan selalu terjaga. Hal tersebut juga akan berdampak secara signifikan terhadap optimalisasi kinerja KPU secara keseluruhan. (dd)

Sumber : http://www.kpu.go.id

Mesin Absensi Sidik Jari dan Pintu Ruang Khusus

Jika kita melihat film-film action dari luar negeri, sering kita temukan untuk memasuki sebuah ruangan, seseorang harus menempelkan telapak tangan dan menggesekkan kartu untuk dapat membuka pintu ruangan tersebut. Hanya orang-orang tertentu yang dapat membuka pintu tersebut sesuai dengan  identitas sidik jari yang dikenali program pengendali mesin yang terdapat pada bagian bilah sisi pintu sebuah ruangan.

Sebuah perusahaan terkadang memiliki ruang khusus yang merupakan rahasia perusahaan yang harus dijaga dari kemungkinan dimasuki olah orang lain yang berkepentingan untuk mencari kelemahan sebagai lawan bisnis. Mesin absensi sidik jari sudah tersedia sebagai peralatan kantor yang dapat dihubungkan dengan program komputer untuk menjalankan dan mengidentifikasi setiap personal yang memiliki akses untuk memasuki ruang khusus pada sebuah perusahaan. Menjaga rahasia khusus sebuah perusahaan sangat penting, terlebih dari lawan bisnis. Karena memang perusahaan memiliki rahasia tersendiri dalam menjalankan trik bisnis yang berbeda dengan perusahaan lain meskipun dengan usaha yang serupa.

Mesin absensi multi fungsi dapat dipergunakan dengan berbagai fitur sidik jari dapat dihubungkan dengan pintu elektronik untuk meningkatkan keamanan sebuah ruangan dari keluar masuknya orang-orang yang tidak dikehendaki. Terlebih ruangan yang menyimpan rahasia khusus misalkan data rahasia perusahaan atau komposisi khusus untuk memproduksi produk dengan campuran tertentu yang menjadi ciri khas sebuah produk yang dihasilkan perusahaan. Selain berfungsi untuk meningkatkan keamanan ruang khusus, mesin absensi tersebut sekaligus sebagai mesin pencatat kehadiran personal yang berada dalam ruang dan wajib melakukan pengisian daftar hadir elektronik dengan pengenalan sidik jari ataupun dengan kartu khusus yang dimiliki orang-orang tertentu.

Memang untuk mempergunakan sistem ini membutuhkan dana yang tidak sedikit, namun untuk tingkat securitas yang lebih baik serta kemudahan dalam banyak hal terutama urusan absensi karyawan, mempergunakan mesin absensi dengan teknologi modern pantas diterapkan untuk kenyamanan dan kemajuan perusahaan dengan mendapatkan produktifitas kerja karyawan yang lebih baik.

Sumber : http://absensijarimurah.wordpress.com

Mengapa Sidik Jari?

sidik-jari

Setiap manusia diberikan dua tangan dan dua kaki oleh Sang Maha Pencipta. Pada jari-jari tangan dan kaki manusia pasti memiliki  gambaran atau image sidik jari.

Sidik jari, dalam bahasa Inggris disebut “Fingerprint” biasanya berbentuk garis-garis horizontal dan vertical atau gabungan keduanya dan juga ada bentuk lengkungan-lengkungan. Seluruh manusia di dunia diciptakan dengan sidik jari yang berbeda satu sama lainnya. Karena itu, setiap sidik jari digunakan untuk mengidentifikasi setiap manusia.

Tak ada sidik jari yang identik di dunia ini sekalipun di antara dua saudara kembar. Dalam dunia sains pernah dikemukakan, jika ada 5 juta orang di bumi, kemungkinan munculnya dua sidik jari manusia yang sama baru akan terjadi lagi 300 tahun kemudian.

Mengingat betapa akuratnya mengidentifikasikan seseorang lewat sidik jari, diciptakanlah berbagai teknologi sidik jari dengan sistem analisa elektronik. Alat ini pertama kali digunakan Federal Bureau Investigation (atau populer dengan sebutan FBI) di Amerika Serikat sekitar tahun 60-an. Sidik jari ini biasanya tertinggal di tempat kejadian perkara sebuah peristiwa kriminal. FBI kemudian menggunakannya untuk mengetahui jati diri korban atau bahkan tersangkanya. Hanya dengan memasukkan sidik jari seseorang melalui melalui teknologi komputer, pihak berwenang pun langsung mendapatkan data seputar nama, tanggal lahir dan sejarah kriminalnya. Luar biasa bukan!

Negara Indonesia meski sidik jari lebih populer untuk melacak pelaku kejahatan, alat pendeteksi sidik jari ini ternyata juga digunakan di berbagai bidang teknologi lainya seperti  mesin absensi, teknologi akses kontrol pintu, fingerprint data secure dan masih banyak pengembangan sistem lainnya yang dipelopori perusahaan Brand Teknologi Sidik Jari Fingerspot. Kini, seiring bertahannya cara manual yaitu pengambilan sidik jari dengan tinta di atas kartu atau kertas, perkembangan sistem identifikasi sidik jari kian terasa. Banyak perusahaan yang kian menyadari kegunaannya. Efisiensi menjadi dasar penggunaan sistem identifikasi sidik jari di perusahaan-perusahaan. Alat ini mendorong perusahaan untuk menghemat waktu, tenaga sekaligus menjamin keamanan. Alat dengan teknologi sidik jari ini pun laris-manis sebagai barang komersial dengan dilengkapi fitur canggih pun disertakan di dalamnya.

Sistem identifikasi sidik jari ini yang masuk melalui dunia sains kini telah bergeser keberadaannya. Tak hanya kepentingan dunia pengetahuan atau aparat keamanan saja yang terpenuhi dengan penggunaan alat ini, setiap perusahaan komersial pun merasakan manfaatnya. Yang paling jelas, bukti kehadiran karyawan (absensi) bisa didapat lewat alat ini. Tentu saja, hal ini sangat membantu divisi Sumber Daya Manusia untuk mengevaluasi kinerja para karyawan. Alat ini pun amat populer di antara nasabah perbankan. Dunia otomotif juga tak mau ketinggalan dalam memanfaatkan keunggulan alat ini. Mereka bisa menggunakan sidik jari untuk sistem kunci. Belum lagi, ketika ingin login untuk mengakses sistem di komputer, saat ini pun pemakaian alat tersebut semakin digandrungi. Tujuannya tidak lain tidak bukan untuk keamanan terhadap data yang telah tersimpan.

Ini salah satu bukti pula bahwa pemakaian alat pendeteksi sidik jari manusia menjadi lebih berkembang dengan pemakaian yang variatif. Dengan kata lain, kegunaan mesin otomatis pendeteksi sidik jari semakin luas penggunaannya. Tidak hanya untuk mengetahui latar belakang tersangka kriminal seperti kegunaannya pada awalnya, tetapi juga untuk kemudahan lainnya dalam sebuah perusahaan atau institusi.

Namun, alat tinggallah alat jika faktor-faktor non-teknis tak bisa dipenuhi. Dalam penggunaan sistem pengidentifikasian sidik jari ini, ada beberapa hal yang bisa mengurangi kredibilitasnnya sebagai pengakes data seseorang. Seperti, tidak bersedianya seseorang memberikan data yang akurat sesuai dengan jati dirinya. Ini bisa saja karena data orang tersebut tidak ingin diketahui oleh orang lain baik pemerintah maupun institusi lain sehingga ada pemalsuan nama dan sebagainya. Juga tak tertutup kemungkinan, orang memanipulasi alat ini untuk masuk ke data orang lain. Tentu semua itu berkaitan dengan kriminalitas.

Zaman semakin maju, perkembangan teknologi pun menjadi lebih luar biasa. Semua pekerjaan menuntut efisiensi baik dalam hal waktu, tenaga hingga tingkat keamanan yang tinggi. Pendeteksi sidik jari pun sudah bergeser cara kerjanya. Mencatat sidik jari dengan menggunakan tinta dan kertas sudah ketinggalan zaman. Kini telah muncul alat-alat pendeteksi elektronik yang otomatis. Sekali tekan, seluruh data keluar. Sistem yang digunakan di AS oleh agen-agen FBI tahun 70-an lalu, kini telah berubah. Tidak lagi dipakai oleh para aparat saja tapi berangsur-angsur menjadi barang komersial yang laku di pasar. Rasanya, asal kelengkapan dan keakurasian data bisa diperoleh maka alat ini pun akan menjadi sangat berguna.

Sumber : http://sidik-jari.com

PNS Pemkab Bekasi Bolos, Tunjangan Bakal Disunat


( Ilustrasi PNS )
Pemkab Bekasi akan memberlakukan aturan baru guna meningkatkan disiplin dan kinerja Pegawai Negeri Sipil di lingkungan pemerintah daerah setempat. Setiap PNS yang membolos atau terlambat hadir akan dikenakan pemotongan tunjangan. 

“Aturan dibuat untuk meningkatkan disiplin kinerja bagi para PNS di Pemkab Bekasi,” kata Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah Pemkab Bekasi, Yan Yan Akhmad, Senin, (7/1). 

Menurut Yayan, pemotongan tunjangan tersebut akan diberlakukan bagi PNS yang membolos baik usai libur panjang maupun hari biasa, PNS yang terlambat hadir maupun pulang lebih awal dari jam kerja yang sudah ditentukan, dan tingkat kehadiran selama satu bulan. 

“Besaran potongannya sedang dalam pembahasan. Nanti jika kajiannya sudah selesai langsung akan diajukan ke Bupati agar dibuatkan Peraturan Bupati Bekasi,” kata dia. 

Untuk memuluskan rencana tersebut, BKD akan mengadakan mesin absensi sidik jadi yang akan dipasang di seluruh kantor SKPD. Sehingga data kehadiran PNS akan langsung terekam dan tunjangannya langsung disesuaikan dengan tingkat kehadiran. 

“Jadi nanti seluruh data absensi akan terhubung dengan server di BKD dan terkelola secara otomatis melalui mesin komputer. Mudah-mudahan aturan ini bisa segera diberlakukan pada bulan Juli tahun ini,” pungkasnya. 
Sumber : http://www.bekasiraya.com

 

Mesin Absensi Fingerprint Masalah dan Solusinya

Kita tidak menginginkan masalah ditengah berjalanya proses penggunaan mesin absen atau software absensi, namun hal ini tidak bisa kita hindari mengingat produk ini termasuk barang digital elektronik yang di buat oleh manusia, yang tentu saja pasti ada kelemahan. Berikut ini kami simpulkan berbagai permasalahan dan penanganan masalah kerusakaan absensi sidik jari pada umumnya.

1. Identifikasi Sensor Lambat
Absensi stand alone mempunyai batasan kapasitas jari dan record transaksi yang akan berpengaruh pada sistem mesin, semakin banyak data tersimpan semakin lama pula proses identifikasi sidik jari. Apabila dibiarkan dalam kondisi tersebut hingga muncul peringatan “No more Space” bisa berakibat mesin Hang dan scan transaksi tidak diterima. Silahkan memanajemen data secara berkala dengan mendownload dan melakukan penghapusan.

2. Hang Macet
Dikarenakan penyimpanan data, Hardware troble atau Adaptor rusak bisa mengakibatkan hang atau macet. Untuk penanganan hal tersebut bisa dengan mendownload semua data kemudian menghapusnya. Bisa juga dengan merestart mesin (mematikan mesin dan menghdupkan kembali). Dan apabila kondisi masih sama, bisa dengan mereset/inisialisasi mesin. Apabila masih berlanjut silahkan menghubungi Tim teknis Service Center Produk Fingerspot terdekat.

3. Tidak Menerima Scan
Ada beberapa penyebab masalah tidak diterimanya scan karyawan. Kasus tidak menerima scan bisa seluruh karyawan atau sebagian silahkan mencoba memeriksa kondisi mesin sebagai berikut:

a. Keadaan permukaan sensor, jika kondisi permukaan sudah buram maka bersihkanlah dengan selotip bening. Dan apabila ada goresan pada permukaan sensor silahkan mengganti kaca sensor dengan mengirimkan unit ke service center.

b. Periksa data karyawan dan sidik jari. Apabila semua data tidak terbaca atau kosong, ada kemungkinan data karyawan tidak sengaja terhapus. Silahkan mengupload sidik jari dan data karyawan dari software absensi untuk menangani masalah tersebut..

c. No more Space, Peringatan error ini dikarenakan data mesin penuh sehingga perlu pengahpusan data presensi. Sebelum menghapus pastikan semua data pada fingerprint sudah di download.

4. Jam dan Tanggal Tidak Sesuai
Periksa menu pengaturan date time pada mesin, kemudian rubah nilai waktu. Atau bisa juga dengan sistem sinkronisasi waktu. Apabila pada hari berikutnya jam dan tanggal kembali tidak sesuai. kerusakaan tersebut bisa dikarenakan batery c-mos. Anda bisa mengirimkan unit tersebut ke Service center untuk penggantian batery.

5. Tidak Bisa Terkoneksi dengan Komputer
Masalah koneksi dengan mesin sering dialami saat pertama kali pengaturan, namun dimungkinkan juga alasan yang lain. Untuk pertama, silahkan periksa kabel jaringan pastikan sudah terkoneksi. Kemudian pengaturan IP Mesin dan IP Komputer yang digunakan, pn astikan satu kelas dengan. Secara default beberapa mesin menggunakan 192.168.1.201 da192.168.0.218. Dan bila keadaan ini masih sama ada kemungkinan kerusakaan dari hardwaren port TCP/IP

Kembali lagi, unit absensi sidik jari merupakan produk elektronik. Sedang elektronik banyak memungkinan kerusakan secara mendadak karena korosi walaupun bergaransi seumur hidup sekalipun. Sebagai catatan akhir, setiap semua kerusakaan pada akhirnya akan dibutuhkan seorang tim teknis ahli untuk menangani kerusakaan tersebut. Dikarenakan hal tersebut maka dibutuhkan service center. Jadi pastikan produk yang anda gunakan mempunyai service center yang jelas seperti Fingerspot yang merupakan Brand Produk Biometrik.

Sumber : http://sidik-jari.com