Cara perawatan mesin absensi sidik jari

Cara Perawatan Mesin Absensi Sidik Jari Agar Tahan Lama

Membeli barang elektronik ataupun furniture tentunya membutuhkan perawatan yang tidak mudah. Hal ini ternyata berlaku pula pada mesin absensi yang mampu membaca sidik jari pada perusahaan atau badan usaha tertentu. Pasalnya alat elektronik tersebut digunakan oleh banyak orang dan dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Sebut saja, sekitar ratusan sidik jari akan dibaca setiap harinya dan harus direkap pada tiap bulan. Sehingga tak salah jika para owner atau divisi HRD harus tahu cara merawat mesin absensi itu sendiri.

Hal tersebut tak lain dan tak bukan agar data yang telah masuk tidak rusak atau hilang begitu saja. Tentunya dapat membantu kinerja divisi HRD dalam mengevaluasi kinerja para karyawan atau staf yang berada di bawah naungannya. Seperti yang kita ketahui, mesin absensi fingerprint semacam ini akan mengirimkan setiap data yang masuk langsung ke email ataupun log melalui USB. Tak diperlukan lagi absensi manual yang memusingkan kepala dan terlalu riskan dipalsukan.

Cara perawatan mesin absensi sidik jari
Gambar sidik jari. Foto: mdsp.org

Walaupun mesin absensi tersebut mendapatkan garansi, bukan berarti Anda bisa mengabaikan perawatan. Cara perawatan mesin absensi sidik jari di awal penggunaan akan mempengaruhi kondisi mesin kelak. Layaknya alat elektronik pada umumnya, mesin inipun akan menemui permasalahan kecil saat digunakan. Itulah mengapa Anda perlu merawat alat tersebut sebagai investasi di masa depan. Pasalnya ada begitu banyak data penting yang harus dilindungi oleh OS di dalam alat tersebut.

Untuk Anda yang memiliki mesin absensi seperti ini, tidak ada salahnya untuk mengetahui cara perawatan tersebut. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa tips merawat mesin absensi yang benar, yaitu.

  1. Tempat meletakkan mesin absensi

Sebuah alat biasanya diletakkan di tempat yang dirasa mudah dijangkau oleh orang banyak. Begitu pula halnya dengan mesin absensi karyawan atau staf yang satu ini. Biasanya owner ataupun divisi HRD akan menempatkan mesin absensi di lokasi yang mudah terlihat dan dijangkau. Entah itu di pintu masuk kantor ataupun di ruangan khusus absensi, agar memudahkan para karyawan.

Dalam pemilihan spot semacam ini, Anda harus memastikan bahwa mesin absensi tidak langsung terkena sinar matahari ataupun cahaya lampu. Hal ini guna menghindari kerusakan pada sensor biometrik alat tersebut. Tak hanya itu, cara merawat mesin absensi pun harus memastikan pada suhu ruang, yaitu berkisar pada 370 C. Anda bisa pula memastikan ruangan tidak begitu lembab ataupun berair agar mesin tidak mudah terkontaminasi.

  1. Membersihkan mesin absensi

Mengingat sistem kerja mesin absensi terlalu sensitif, terutama jenis biometrik, bukan berarti Anda tak perlu membersihkannya. Sama halnya dengan alat elektronik lainnya, Anda pun perlu membersihkan permukaan mesin dengan benar. Keberadaan debu pada mesin ini akan mengganggu pembacaan sidik jari yang diinput. Oleh karena itu, sudah seharusnya Anda menghilangkan debu yang menempel pada permukaan alat. Caranya cukuplah mudah, dengan menggunakan tisu kering yang dilapkan secara perlahan. Mesin absensi memang rentan kotor karena terlalu sering digunakan oleh banyak orang.

  1. Menghubungi service center

Banyak orang yang terlalu sok tahu dengan suatu alat elektronik. Mereka seringkali membuka atau mencoba memperbaiki sendiri alat elektronik yang tengah rusak. Padahal hal tersebut sangatlah tidak benar, karena mampu menghilangkan garansi mesin absensi. Jika Anda menemukan mesin absensi tak dapat digunakan, maka hubungilah service center. Bawalah ke kantor resmi guna mendapatkan klaim asuransi untuk diperbaiki. Jangan sesekali mencoba memperbaiki sendiri karena bisa merusak bagian sensor dari sidik jari. Hal tersebut juga tidak dianjurkan dalam cara perawatan mesin absensi sidik jari.